Penunjukan M.Iriawan Sebagai Pj Gubernur Jabar Sesuai Dengan Kepres No 106 / P Tahun 2018

http://daulat.co/wp-content/uploads/2018/06/Akmal-Malik.jpg

daulat.co – Sekretaris Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Akmal Malik mengatakan bahwa dalam sebuah mekanisme yang telah dibuat untuk melihatnya harus mengedepankan aspek tugas dan aspek prosedur.

Pernyataan tersebut ditekankan dengan menggunakan polemik tentang pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan M Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat. Iwan Bule sapaan akrabnya, telah dilantik oleh Mendagri Tjahjo Kumolo di Gedung Merdeka Bandung, Jawa Barat, Senin (18/06).

Menurut Akmal, penunjukan M Iriawan ini sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 106 / P Tahun 2018 tentang Peresmian Pemberhentian Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat Masa Jabatan 2013-2018 dan Pengangkatan Penjabat Gubernur Jawa Barat yang melihat Presiden Joko Widodo pada tanggal 8 Juni 2018.

“Penunjukan M Iriawan sudah sesuai dengan kebijakan yang telah dibuat, lihatlah aspek kewenangan, substansi dan prosedur,” terang Akmal dalam keterangannya saat di Jakarta, Selasa (19/06).

Diungkapkan, dari aspek kewenangan, kebijakan pengangkatan M Iriawan sebagai Pj Gubernur Jawa Barat adalah wewenang Presiden. Pengangkatan M Iriawan sebagai Pj Gubernur Jabar dilakukan melalui Keppres Nomor 106 / P Tahun 2018 dan hal ini sudah berjalan baik.

Dari aspek substansi, yang diangkat adalah Sekretaris Utama Lemhanas yang notabene adalah Pejabat Tinggi Madya. Hal ini telah sesuai amanat Undang-Undang 10 Tahun 2016 dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang UU Nomor Kepolisian.

Selain dari aspek prosedur, Mendagri sudah mengajukan tiga nama untuk selanjutnya dipilih oleh Presiden Jokowi. Prosedur ini juga sudah berlangsung baik. Selain itu masih ada aspek tambahan yaitu aspek normatif.

“Dari aspek normatif, kebijakan pengangkatan Pj Gubernur Jawa Barat sudah berjalan dengan baik,” jelas Sesditjen Otda Kemendagri Akmal.

Jika ada pihak-pihak yang berbeda dengan yang telah dibuat secara baik, menurut Akmal, akan mempertanyakan motif dibalik itu, karena itu berindikasi untuk membuat kegaduhan.

(M Nurrohman)