Pentingnya Inovasi Potensi Pariwisata & Peningkatan Kualitas SDM

Menteri Asman dalam Upacara Wisuda Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Senin (6/11) (dok KemenPANRB)
Menteri Asman dalam Upacara Wisuda Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Senin (6/11) (dok KemenPANRB)

daulat.co – Potensi bidang pariwisata Indonesia menunjukkan peningkatan, hal ini perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Apalagi, di tahun-tahun mendatang, industri pariwisata menjadi tumpuan ekonomi negara.

Pada tahun 2016, dengan target kunjungan 12 juta wisatawan mancanegara dan pergerakan wisatawan nusantara diharapkan akan menyerap 11,7 juta tenaga kerja dan menghasilkan devisa sebesar Rp. 172,8 triliun. Tahun ini diperkirakan sektor pariwisata berpotensi menghasilkan devisa sebesar Rp. 250 triliun.

Demikian ditekankan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur saat memberikan arahan pada acara Upacara Wisuda Program Pascasarjana, Sarjana, Diploma IV dan Diploma III Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, Senin (06/11).

“Jika perkembangan ini tidak diimbangi dengan kemampuan tenaga kerja dalam negeri yang berkualitas, maka pemanfaatan potensi tersebut hanya akan memberikan kemanfaatan bagi tenaga-tenaga kerja asing,” katanya.

Disampaikan, peringkat daya saing bidang pariwisata Indonesia terus meningkat. Pada tahun 2013, Indonesia berada pada urutan ke-70, kemudian meningkat menjadi urutan 50 pada tahun 2015 dan saat ini berhasil menduduki peringkat ke-42.

Meski demikian, Indonesia masih berada di bawah urutan beberapa negara ASEAN lainnya, seperti Malaysia yang berada di posisi 26 dan Thailand di posisi 34. Apabila dibandingkan dengan negara-negara tersebut, Indonesia sebenarnya memiliki potensi pariwisata yang sangat besar.

“Tetapi kita kurang pandai untuk menyajikan potensi yang kita miliki menjadi industri pariwisata sebagai obyek kunjungan para wisatawan mancanegara,” jelas Menteri Asman.

Untuk mengejar ketertinggalan ini, pemerintah saat ini giat membangun proyek-proyek infrastruktur strategis untuk mempermudah akses baik bagi perkembangan industri sektor pariwisata maupun sektor lainnya.

Selain itu, upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan memperbaiki kualitas birokrasi agar birokrasi memiliki kemampuan yang handal dalam mendorong tumbuhnya sektor pariwisata, yakni dengan reformasi birokrasi.

Langkah-langkah reformasi birokasi yang telah dilakukan antara lain dengan memperbaiki sistem pelayanan investasi untuk memudahkan peluang melakukan bisnis. Termasuk usaha dalam sektor pariwisata dan mendorong inovasi-inovasi pelayanan yang berkaitan dengan inovasi di bidang pariwisata.

Berikut memperkuat kelembagaan di bidang pariwisata, mendorong pemerintah daerah untuk lebih berorientasi pada kinerja yang memberikan kemanfaatan bagi masyarakat dan meningkatkan kapasitas SDM ASN khususnya untuk mendorong peningkatan sektor pariwisata

Ditambahkan Asman, pemerintah akan terus berupaya memperbaiki diri untuk mendorong penciptaan lapangan kerja di sektor pariwisata.

“Kita selalu berupaya untuk memecahkan permasalahan satu per satu, sedikit demi sedikit. Meskipun selalu terdapat hambatan dan kendala, tetapi kita tidak berhenti untuk melakukan reformasi birokrasi,” tutupnya.

(M Abdurrahman)