24 November 2020, 21:02

Pengurus DPD II Pemalang Sebut Ketua Golkar Taman Berjiwa Ksatria, Bukan Pengecut

Partai Golkar

daulat.co – Pimpinan DPD II Golkar Pemalang Rabadi menyayangkan sikap Ketua Pengurus Kecamatan Taman Teguh Hadi Pramono yang mengundurkan diri dan berbelok arah mendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati lain dalam Pemilukada Pemalang Tahun 2020.

Golkar Pemalang diketahui berkoalisi bersama PDIP, NasDem, Demokrat dan PAN mengusung Paslon Nomor 1, Agus Sukoco – Eko Priyono. Di sisi lain, Ketua PK Taman mengundurkan diri dan mendukung Paslon Nomor 2, Mukti Agung Wibowo – Mansur Hidayat.

Meski menyayangkan, namun Rabadi menyampaikan rasa hormat kepada rekannya Teguh Hadi Pramono. Sebab yang bersangkutan secara ksatria menyampaikan apa yang menjadi pilihannya dalam Pilkada Pemalang kali ini.

“Sangat-sangat menyayangkan sikap beliau, namun demikian saya hormat. Hormat kepada beliau karena menunjukkan sikap ksatrianya, beliau bukan pengecut,” tegas Rabadi dalam jumpa pers di Gedung DPD II Golkar Pemalang, Jalan Pemuda, Kelurahan Multoharjo, Kabupaten Pemalang, Selasa 10 November 2020 malam.

Kegiatan konsolidasi pemenangan Agus – Eko itu dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Pemenangan Golkar Jateng 1 Rois Faisol, Ketua DPD II Golkar Pemalang hasil Musda X Edi Susilo dan seluruh Pengurus Desa/kelurahan se-Kecamatan Taman.

“Dan perlu diingat, beliau itu kader golkar, (hanya) keluar dari Ketua PK. Kegiatan kemarin itu, beliau pamit kepada ketua-ketua PD kalau beliau mengundurkan diri, cuma itu. Teman-teman PD ikut berdiri, itu namanya manusiawi, tepo sliro wong ketuanya begitu ya begitu,” jelas Rabadi.

Ia menyampaikan DPD II Golkar Pemalang secara resmi dalam konsolidasi semalam menunjuk Ketua PK Golkar Taman, yakni Ruswandi yang sebelumnya memegang jabatan Sekretaris Golkar Taman.

Rabadi mengungkapkan, kader-kader Golkar di Kecamatan Taman dan Pemalang umumnya, sedikit banyak mengetahui karakter dirinya. Dimana kalau bicara tanpa tedeng aling-aling. A dibilang A, B dibilang B dan seterusnya.

Dalam hal pengunduran diri Teguh Hadi Pramono sebagai Ketua PK Golkar Taman, semua pihak diminta untuk jernih melihatnya dari berbagai sisi. Bagaimanapun, sikap yang diambil Teguh Hadi tidak muncul secara tiba-tiba.

“Jangan melihat dari satu sisi saja. Semua itu ada sebab-akibatnya, kenapa begitu. Ini proses yang panjang. Saya selaku Pengurus DPD, Anggota Fraksi, punya wilayah di Taman, saya (ikut) bertanggungjawab,” ucap Rabadi.

*Mempertanyakan Manajemen Paslon
Politisi senior Golkar Pemalang itu menambahkan, secara matematis sebenarnya pasangan Agus Sukoco – Eko Priyono bisa melenggang mulus menjadi pemenang Pilkada Pemalang Tahun 2020.

Hal itu bisa dilihat dari hitung-hitungan kursi koalisi. Dari PDIP, Golkar, NasDem, Demokrat, PAN, termasuk Perindo. Belum lagi dukungan dari berbagai organisasi masyarakat seperti SH Terate, Pemuda Pancasila, Lindu Aji hingga Jae Merah.

“Itu kalau dihitung pasti menang,” kata Rabadi.

Masalahnya, ketika Golkar Pemalang sudah berkomitmen dan bersiap mensukseskan pemenangan pasangan Agus – Eko, justru komunikasi dan koordinasi dengan paslon mengalami hambatan. Manajemen paslon pun dipertanyakan.

“Sekarang kami sudah siap, Golkar Pemalang sudah siap, minimal tiap desa lima orang. Malam hari ini saya buktikan, tinggal bagaimana seorang calon memanage-nya itu, semua pada calon, kalau calon tidak bisa memanage saya tidak tahu hasilnya seperti apa,” kata Rabadi.

“Kami selaku pengurus Golkar sudah mempersiapkan atas kesepakatan tim pemenangan, di Wilayah Taman ini tiap desa sudah siap tempur, nunggu perintah. Sampai malam hari ini tidak ada kejelasan,” sambungnya.

Kepada pihak-pihak tertentu dalam koalisi, ia mengajak untuk berfikir jernih. Jangan sampai misalnya berfikiran bahwa Golkar ‘mbalelo’ dalam mensukseskan pemenangan pasangan Agus – Eko. Semua itu tidak pernah ada di Golkar jika komunikasi berjalan lancar.

“Jadi saya tegaskan, semua (itu) tergantung calonnya,” demikian Rabadi.

(Sumitro)

Read Previous

Ketua DPD I Jateng Soroti Serius Kader Golkar Pemalang Dukung AMAN

Read Next

Cawe-cawe Pilkada Serentak 2020, 362 ASN Dijatuhi Sanksi Tegas