26 September 2020, 12:39

Pengamat Sosial: Kenapa Judi Togel Dibiarkan?

daulat.co – Pemerhati Sosial Zaedi Bashiturrozak mempertanyakan keseriusan aparat kepolisian di berbagai daerah dalam memberantas penyakit sosial, judi toto gelap (togel). Pasalnya, hingga kini praktek perjudian itu masih terus berlangsung dan terkesan tidak bisa disentuh aparat penegak hukum.

Lebih memprihatikannya lagi, praktek judi togel yang digelar secara online maupun melalui lapak-lapak offline itu dilakukan di saat masyarakat dihantui pandemi global Covid-19. Dimana dampak dari pandemi ini membuat berbagai sendi kehidupan masyarakat terganggu, khususnya dalam mencari nafkah sehari-hari.

“Dengan dalih apapun, dilihat dari kaca mata apapun, judi togel ini adalah tindakan pidana. Kenapa togel dibiarkan aparat penegak hukum dibanyak daerah,” tegas Zaedi dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Kamis 6 Agustus 2020.

Ia lantas merujuk Pasal 27 ayat (2) dan Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Bahwa setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan informasi bermuatan judi dapat dipidana penjara maksimal 6 tahun atau denda Rp 1 miliar.

Pria asal Sirampog Brebes itu menyebutkan bagaimana praktek perjudian togel di Jawa Tengah. Banyak keluhan masyarakat disampaikan melalui berbagai saluran di media sosial. Namun kritik dan keluhan masyarakat tidak mendapatkan tanggapan dari kepolisian setempat. Buktinya hingga kini judi togel masih marak.

“Masyarakat sudah lama mengeluhkan judi togel. Situasi lagi sulit, masyarakat banyak yang kena dampak dari Corona, lalu diberi harapan palsu melalui togel. Ini kan secara langsung memunculkan bibit-bibit kriminalitas baru. Sebelum itu terjadi, tolong aparat penegak hukum menutup judi togel,” tegas Zaedi.

Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (PPPM) menambahkan, pemberantasan praktek judi togel harus dilakukan secara menyeluruh. Bukan hanya sekedar larangan dan penertiban lapak-lapak togel ditengah masyarakat, melainkan juga pelaku judi togel lain seperti bandar dan agen.

Zaedi Bashiturrozak

“Kalau cuma penertiban lapak, tapi agen dan bandar togel tidak tersentuh ya sama saja. Harus menyeluruh,” kata Zaedi.

Lebih lanjut, alumnus magister Unpad Bandung itu menyebut, aparat kepolisian di Jawa Tengah maupun di Jawa Barat bisa menggunakan aturan sebagaimana protokol kesehatan Covid19 yang dikeluarkan Pemerintah. Yakni dengan membubarkan kerumunan atau tempat berkumpulnya banyak orang yang tengah melakukan transaksi perjudian.

(Sumitro)

Read Previous

Fasilitasi Anak-anak Sekolah Daring, Pemdes Tlilir Temanggung Buka Internet Gratis

Read Next

Jemput Bola ke Indramayu, Mendagri Kejar Partisipasi Pemilih Pemula di Pilkada Serentak 2020