11 April 2021, 10:39

Pemerintah Diminta Transparan, Untuk Apa Lagi Impor Beras 1 Juta Ton?

Anggota Komisi IV DPR RI Slamet - dok DPR

Anggota Komisi IV DPR RI Slamet – dok DPR

daulat.co – Anggota Komisi IV DPR RI Slamet mempertanyakan rencana pemerintah yang akan mengimpor 1 juta ton beras pada tahun ini. Terlebih, pemerintah sebelumnya menyatakan melaksanakan program Food Estate.

“Pemerintah harus bertanggung jawab dan transparan atas program Food Estate. Sampaikan kepada publik tingkat keberhasilan dari program (Food Estate) ini,” tegas dia dalam keterangan tertulisnya yang diterima Senin 8 Maret 2021.

Disampaikan, rencana impor 1 juta ton beras dinilai kontradiktif dengan wacana Menteri Pertahanan yang  menyebut Food Estate menggunakan sistem pertanian presisi, sehingga bisa menghasilkan 3 hingga 4 kali lebih banyak produk ketimbang dengan penggunaan teknologi biasa.

“Pemerintah sudah memulai proyek Food Estate seluas 165 ribu hektar di berbagai lokasi. Artinya pemerintah bisa memberi tambahan hasil panen di luar hasil panen petani biasanya, dengan hitungan, 165 ribu hektar dikali 17 ton, maka seharusnya ada 2,8 juta ton tahun ini.  Lalu untuk apa lagi impor 1 juta ton?”

Ia menyinggung rencana Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang mengatakan bahwa menjaga ketersediaan beras di dalam negeri merupakan hal penting agar harga komoditas tetap terkendali. Karenanya pemrrintah berencana melakukan impor beras sebanyak 1 juta ton di tahun 2021.

Menurut Slamet, proyek Food Estate telah menyerap anggaran Kementerian Pertanian, termasuk pupuk yang sebelumnya dialokasikan bagi petani. Akan tetapi, dalam kenyataannya tidak menambah produksi panen nasional.

Ditambahkan, kebijakan impor yang dibuka lebar melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, memberikan peluang besar bagi lapangan kerja petani luar negeri dan mempersempit peluang pemasaran produk petani dalam negeri.

“Kami mengingatkan agar pemerintah tidak mudah menerapkan impor demi memberi optimisme kepada petani Indonesia,” pungkasnya.

(Sumitro)

Read Previous

Komitmen Muhammadiyah Dalam Membantu Pemerintah Tangani Covid-19

Read Next

Tolak KLB Abal-abal, AHY Tempuh Jalur Resmi Pertama ke Kemenkumham