13 July 2020, 11:17

PDP Comal Meninggal, Pihak Keluarga Sebut Ada Riwayat Paru-paru

Pj Kades Wonokromo Sri Widiarti (Foto: Sumitro/daulat.co)

Pj Kades Wonokromo Sri Widiarti (Foto: Sumitro/daulat.co)

daulat.co – Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Pemalang pada Senin 13 April 2020 petang menyampaikan informasi mengenai dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Pemalang yang meninggal dunia.

Dua pasien itu sebelumnya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr M Azhari Pemalang. Dua pasien itu disampaikan Bupati Pemalang H Junaidi berasal dari Kecamatan Comal dan Kecamatan Taman.

Khusus untuk pasien yang berasal dari Kecamatan Comal, diinformasikan Tim Gugus berusia 61 tahun dan menghembuskan nafas terakhir pada Senin 13 April 2020 sekitar pukul 10.00 WIB.

Belum jelas apakah pasien meninggal karena positif terpapar corona atau karena penyakit lain. Yang jelas, Tim Gugus menyampaikan bahwa pasien asal Kecamatan Comal yang meninggal merupakan PDP. Penegasan itu juga disampaikan pihak keluarga ke Pemerintah Desa Wonokromo, Kecamatan Comal.

Kepada daulat.co saat menjaga Posko Penanggulangan Covid-19 Desa Wonokromo, Pj Kades Wonokromo Sri Widiarti mengungkapkan, berdasarkan laporan pihak keluarga diketahui jika pasien pulang dari Jakarta pada 9 April 2020 lalu.

“Data pemudik desa, pihak keluarga laporan pada tanggal 9 April pulang/mudik dari Jakarta,” jelasnya.

Setelah laporan ke Posko Desa, pihak keluarga berinisiatif memeriksakan pasien ke salah satu dokter yang membuka praktek di desa setempat karena batuk-batuk. Namun pasien tidak kunjung membaik meski diberi obat.

Pemeriksaan kembali dilakukan ke dokter lain, masih di Kecamatan Comal. Seperti halnya pemeriksaan awal, pasien tidak ada perkembangan. Masih batuk-batuk, bahkan intensitasnya semakin tinggi.

“Sudah minum obat tapi tidak ada perkembangan, masih batuk-batuk. Kemudian diperiksakan lagi dokter di Kauman, pindah dokter, malah tambah parah,” tutur Sri merujuk laporan pihak keluarga.

Pada pemeriksaan dokter kedua, pasien selepas minum obat bahkan sampai keringat dingin atau dalam bahasa Pj Kades Wonokromo -tambah ngikil. Dari situ kemudian diputuskan pihak keluarga dibawa ke RSUD dr M Azhari Pemalang.

Dari RSUD dr M Azhari, pasien menghembuskan nafas terakhir dan langsung dikebumikan pada sore harinya, Senin 13 April 2020 kemarin. Sri juga menyebutkan riwayat paru-paru yang diderita almarhum, sebagaimana laporan pihak keluarga.

“Di RSUD (dr M Azhari) belum ada hasil, baru dicek darah dan rontgen. Pasien meninggal di RSUD, tidak dibawa ke rumah, tapi langsung dimakamkan sesuai dengan protokol kesehatan. Dari laporan keluarga, katanya ada riwayat paru-paru,” urainya.

(Sumitro)

Read Previous

Masyarakat Resah Soal Corona? Dinas Komunikasi dan Informasi Paling Bertanggungjawab

Read Next

Cek Posko, Bupati Junaidi: Ini Ketua Tim Regu Kemana?