PDIP: Prestasi Sineas Muda Indonesia Bangkitkan Kepercayaan Diri Bangsa

Raja Juli Antoni, Hasto Kristiyanto, Monang Sinaga

Daulat.co – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memberi apresiasi tinggi atas penghargaan yang diraih sineas muda Aditya Ahmad dalam program kompetisi Orizzonti di Festival Film Venesia 2018.

“Bayangkan saja, Bung Aditya mampu menyisihkan pesaing terberat dari 12 negara seperti Belanda dan Swiss. Capaian Sineas Muda ini sangat membanggakan kita semua, dan menjadi bagian dari Kado Hari Pahlawan karena membawa nama harum bangsa,” ujar Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto di Jalarta, Senin (13/11/2018).

Dikatakan Hasto, PDIP merasa bangga karena para Sineas Muda Indonesia dengan penuh rasa percaya diri menampilkan berbagai film pendek bernuansa lokal yang penuh warna keIndonesiaan. Kemudian dikemas menarik dan menembus kualifikasi global.

Film Pendek karya Aditya dengan judul “Kado” itu mampu memukau pemirsa di festival film tertua di dunia. Penghargaan tertinggi tersebut sebagai energi pembebas atas energi negatif yang sering kali melanda bangsa kita berupa perasaan kerdil, rendah diri, atau minder.

“Karena itulah secara psikologis, penghargaan tersebut menjadi milestone rasa percaya diri dan hadirnya semangat berprestasi yang selalu digaungkan oleh Presiden Jokowi,” jelas Hasto.

Ia juga mrnyatakan bahwa apa yang dilakukan Aditya Ahmad melengkapi sederet prestasi dari Sineas Muda Indonesia lainnya yang terlebih dahulu telah menembus festival film bergensi di dunia. Seperti Bayu Prihantoro dengan karyanya On the Origin of Fear; Wregas Bhanuteja dengan karyanya Prenjak; Kamila Andini dengan karya Sendiri Diana Sendiri; Yosep Anggo Noen dengan karyanya Ballad of Bloods and Two White Buckets.

“Begitu banyak sineas muda lainnya yang telah berhasil membebaskan diri dari berbagai belenggu psikologis, dan mampu menghasilkan karya yang bertitik tolak dari kebudayaan dan karakter keIndonesiaan kita,” lanjut Hasto.

Berbagai capaian prestasi tersebut, kata Hasto, menggambarkan bahwa di tengah berbagai kepungan konservatisme, ternyata muncul dialektika kebudayaan yang berakar dari jati diri budaya nusantara.

“Daya imajinasi para Sineas Muda yang bertumpu pada kebudayaan Indonesia namun mampu disajikan dengan kualitas dunia inilah sebagai contoh kongkrit, prestasi generasi muda bangsa.”

“Mereka open mind dan memiliki rasa percaya diri yang besar. Kreativitas dan kualitas karya mereka mampu menenggelamkan watak politisi gendruwo yang mewabah akhir2 ini,” tuntas Hasto.

(M Sahlan)