27 September 2020, 20:48

Patut Dicontoh, Pendamping Sosial PKH di Pemalang Asuh 8 Anak KPM

daulat.co – Berawal dari kepedulian terhadap masa depan anak-anak di wilayah Pemalang Selatan, khususnya mereka yang secara ekonomi kurang mampu, Mustofa ‘mengasuh’ delapan anak yang merupakan putra-putri dari penerima manfaat bantuan Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial (PKH-Kemensos).

Mustofa adalah pendamping sosial PKH. Namanya tercatat sebagai pendamping program tersebut sejak 2018. Kepada Koordinator Wilayah Jateng 3 Setiawan Kosasih dan Koordinator Kabupaten PKH Pemalang yang menyambangi rumahnya, Selasa (23/6) kemarin, Mustofa menuturkan sekelumit pengalamannya.

Kata dia, secara keseluruhan mereka yang tinggal dirumahnya di Dusun Karangpoh, Desa/Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang adalah anak-anak yatim dhuafa. Jumlahnya 11 anak, dimana 8 diantaranya adalah anak dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Kecamatan Pulosari. 

Awalnya, Mustofa merasa prihatin dengan kondisi anak-anak dari beberapa desa di Kecamatan Pulosari. Hanya saja, ia merasa belum bisa berbuat banyak untuk membantunya. Namun, ia juga berfikir jika tidak dimulai-mulai, maka niat mulia saja tidak cukup tanpa tindakan nyata.

“Anak-anak ini memiliki semangat belajar yang luar biasa tinggi, masalahnya banyak orang tua dari anak-anak ini terkendala biaya,” kata dia.

Mustofa selanjutnya berinisiatif dan membuat langkah nyata agar dapat menebar manfaat bagi masyarakat sekitar. Yaitu dengan menerima anak KPM dan yatim – dhuafa tinggal di rumahnya untuk mendapat dukungan biaya pendidikan melalui pondok pesantren yang diampunya.

Terkait dengan itu pula, Mustofa juga mengedukasi KPM dampingannya saat pelaksanaan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) tentang pentingnya pendidikan bagi anak. Dengan harapan, ke depan tidak ada lagi anak KPM yang putus sekolah di tengah jalan.

Dalam pelaksanaannya, ia bekerja sama dengan Pendamping Sosial PKH Kecamatan Pulosari dan SDM PKH Kabupaten Pemalang untuk ikut mensosialisasikan program pondok pesantren dan siap menerima anak KPM PKH atau dhuafa yang ingin tetap bersekolah.

Rumah pendamping yang dijadikan ponpes bagi anak yatim dhuafa memberikan program beasiswa santri yatim piatu dhuafa, ekonomi pesantren, tahfidz qur’an, kitab dan bahasa. Adapun program ekonomi pesantren yang telah berjalan diantaranya beternak kambing, bertani nanas dan pisang yang hasilnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan santri.

Ditekankan puka jika seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan pokok anak KPM PKH menjadi tanggungjawabnya selama anak-anak tersebut tinggal dan bersedia mengikuti kegiatan belajar mengajar dan program Tahfidz Al Qur’an yang dilaksanakan dirumahnya.

Anak asuh Mustofa (pendamping PKH) yang merupakan anak KPM di Kecamatan Pulosari, Pemalang, tengah mengaji – ist

Sebelum itu, sejak berdiri tahun 2012 lalu, ia juga tercatat telah membantu pendidikan anak-anak dari Kecamatan Pulosari, Belik, Randudongkal dan paling jauh dari Kecamatan Karangreja, Purbalingga. Saat ini anak-anak tersebut tinggal satu rumah bersama pendamping karena belum memiliki bangunan khusus asrama santri.

“InsyaAllah, semoga diberikan kemudahan, kami berencana membangun asrama santri agar tempat tinggal semakin nyaman dan program yang sudah berjalan didukung sarana yang memadai,” kata Mustofa.

Dalam kesempatan itu, Korwil 3 Jateng Setiawan Kosasih menyempatkan bertanya kepada anak PKM yang diasuh Mustofa, yakni Arum dan Suci. Arum berusia 15 tahun dan kini duduk di kelas IX MTs, sementara Suci berusia 16 tahun dan tengah menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kelas X.

“Seneng banget pak, ibu saya dibantu PKH untuk saya sekolah. Saya sih pingin bisa sekolah sampai tinggi (kuliah; red),” tutur Suci disambut senyuman rekannya, Arum.

(Sumitro)

Read Previous

Tambah Dua, Pasien Positif Corona Pemalang Jadi 37 Orang

Read Next

Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Jiwasraya