5 July 2020, 21:01

OTT Oknum Wartawan, PWI Pemalang Ingatkan Marwah Profesionalisme Jurnalistik

daulat.co – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kelompok Kerja (Pokja) Pemalang mengingatkan seluruh anggotanya dan wartawan pada umumnya untuk bekerja secara profesional. Hal itu ditekankan sejalan dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oknum wartawan terhadap kepala desa.

Dalam konferensi pers di Mapolres Pemalang, Senin 22 Juni 2020, Kapolres Pemalang AKBP Ronny Tri Prasetyo Nugroho menyampaikan hasil penyelidikan dan gelar perkara dugaan pemerasan disertai ancaman oleh empat oknum wartawan terhadap kades.

Ketua Pokja PWI Pemalang, Syaiful Bahri, dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (23/6), menyayangkan kejadian tersebut. Kata dia, wartawan atau siapapun yang mengaku berprofesi wartawan seharusnya tunduk dan patuh serta menjalankan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1990 tentang Pers.

Selain itu, wartawan dan atau mereka yang mengaku berprofesi wartawan, juga seharusnya harus tunduk pada aturan terkait kehidupan bermasyarakat, berserikat dan berkumpul sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945.

Syaiful menekankan, pada dasarnya semua warga masyarakat mempunyai kesetaraan hukum dan tidak ada yang kebal hukum. Pokja PWI Pemalang juga mengajak publik Pemalang untuk berlaku bijak, bahwa kasus oknum wartawan memeras tidak berlaku untuk wartawan secara keseluruhan.

Untuk itu pula, Syaiful mengajak kepada semua instansi baik pemerintahan, swasta, perseorangan maupun lembaga lainnya agar mengedepankan prosedur hukum dalam menjalankan segala bentuk kegiatan atau aktifitasnya. Jika menemukan adanya indikasi kasus pemerasan apalagi dilakukan oleh seseorang maupun kelompok yang mengatasnamakan wartawan, segera melapor kepada pihak berwajib.

“Tidak perlu takut, karena profesi wartawan harus dijalankan sesuai prosedur perundang-undangan yang berlaku dan harus profesional serta proporsional tanpa intimidasi apalagi berbau pengancaman,” ujar Syaiful

Di sisi lain, Pokja PWI Pemalang menekankan mengenai perlunya peningkatan pembinaan sumber daya manusia untuk pengelola desa dari pemerintah daerah. Hal ini dilakukan agar perangkat desa tidak gagap dalam menghadapi wartawan, sekaligus menutup peluang terjadinya hal-hal yang menyimpang. Sebab kejahatan terjadi karena adanya niat dan kesempatan.

“Mari kembalikan marwah profesionalisme jurnalistik wartawan sesuai dengan amanat undang-undang yang berlaku,” imbuhnya.

Diketahui, Polres Pemalang menangkap 4 oknum wartawan yang diduga melakukan pemerasan kepada sejumlah kades di wilayah Kabupaten Pemalang, BD, JK, PN dan CH. Saat ini 4 orang tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Pemalang dan telah ditahan di Polres Pemalang.

(Abimanyu)

Read Previous

Kasus Korupsi Pesawat PT DI, KPK Sita Rekening Koran PT Penta Mitra Abadi

Read Next

KPK Jebloskan Ketua dan 2 Wakil DPRD Jambi ke Bui