Nur Syam: Puasa Ramadan Harus Bisa Membangun Tali Persaudaraan Antar Agama

http://daulat.co/wp-content/uploads/2018/05/Nur-Syam-1.jpg

daulat.co – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Syam mengatakan bahwa untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Swt dan membangun tali persaudaraan sesama muslim atau non-muslim bisa diterapkan dalam momen bulan suci Ramadan ini.

“Selamat berpuasa, manakala kita berpuasa, kita tetap harus membangun tali persaudaraan dan persahabatan, baik dengan sesama Muslim ataupun dengan non-Muslim,” kata Nur Syam saat memberikan tausyiyah di mushollah Al-Amanah, Kantor Kemenag, Jakarta, Senin (21/05).

Menurut Sekjen, setiap tahun pasti akan datang bulan Ramadan. Karenanya, setiap manusia berharap akan dipertemukan lagi pada ramadan berikutnya. Itu berarti juga, jika sertiap orang dipertemukan dalam Ramadan berikutnya, menandakan umurnya panjang.

“Mudah-mudahan kita dipertemukan dalam bulan ramdahan yang akan datang, itu artinya umur kita panjang. Oleh karenanya, mari bersyukur, dengan puasa sebenar-benar puasa, sungguh-sungguh pengabdian kepada Allah Swt,” papar Nur Syam.

Nur Syam berharap, Ramadan membawa perubahan yang semakin baik. ASN yang sebelumnya tidak jamaah shalat zuhur, sekarang berjamaah. Biasanya saat zuhur terkadang masih rapat, masih ringkuh dengan kesibukan yang ada, sekarang bisa berjamaah.

“Alhamdulillah untuk saat ini kita masih diberi kesempatan untuk jamaah shalat zuhur, walau biasanya sibuk dengan urusan kantor masing-masing,” kata Nur Syam.

Sekjen Kemenag juga mengajak untuk terus berzikir selama bulan suci Ramadan. Selain itu sedekah juga semakin bagus, semakin banyak. Biasanya sedekah uang yang paling kecil dalam dompet, paling jelek.

Dalam kesempatan ini, Nur Syam menyampaikan korelasi puasa dengan pekerjaan penuh makna. Menurutnya, setiap individu bisa berbahagia di tempat kerja dengan tiga indikator yakni mempunyai keinginan, mempunyai tujuan (target paling tinggi: pengabdian kepada Allah swt) dan mempunyai harapan, untuk memiliki hubungan dengan orang lain.

(M Nurrohman)