Michael Sindoro Tak Pernah Komunikasi dengan Lucas

Pengacara Lucas (kanan) menunggu di ruang lobby gedung KPK untuk memenuhi pemanggilan pemeriksaan setelah sempat mangkir sebagai saksi untuk tersangka Eddy Sindoro

Daulat.co – Michael Sindoro, anak dari Chairman PT Paramount Enterprise International Eddy Sindoro mengaku tidak pernah berkomunikasi dengan Advocat Lucas.

Itu disampaikan Michael saat bersaksi dalam sidang lanjutan terdakwa Lucas
di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (10/1/2019). Michael menyampaikan hal itu sekaligus meralat pernyataan yang pernah sampaikannya di dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Awalnya saya kira itu Lucas, tapi setelah saya lihat video, ternyata itu Mr Tan,” kata Michael kepada jaksa KPK.

Jaksa KPK lantas membacakan BAP Michael. Michael dalam BAP menerangkan jika Lucas beberapa kali menghubunginya dan menanyakan mengenai kondisi Eddy Sindoro saat berada di Malaysia.

Lucas juga menanyakan kelanjutan proses hukum di Malaysia saat Eddy Sindoro ditangkap pihak imigrasi Malaysia karena menggunakan paspor palsu. Dalam BAP, menurut Jaksa, Michael menjelaskan bahwa setiap kali dirinya berkomunikasi dengan Lucas selalu menggunakan aplikasi Facetime.

Dalam persidangan, Michael meralat isi BAP yang menyebut nama Lucas itu. Michael mengklaim orang yang selalu menghubunginya melalui Facetime itu adalah Mr Tan.

“Setelah saya diinterogasi KPK, saya nonton video di Youtube. Saya lihat Bapak Lucas membaca sesuatu, suaranya beda dengan suara yang saya dengar di telepon. Dialeg dan intonasinya beda. Saya pikir itu bukan Pak Lucas,” tutur Michael.

Namun, Jaksa KPK meragukan pengakuan Michael dalam persidangan. Terutama, karena Michael mengubah isi BAP dan mengganti Lucas dengan tokoh lain bernama Mr Tan. Meski dicecar Jaksa KPK, Michael tetap pada keterangannya.

Seperti diketahui, Lucas didakwa menghalangi proses penyidikan KPK terhadap mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro. Diduga Lucas membantu pelarian Eddy ke luar negeri.

Lucas disebut menyarankan Eddy Sindoro yang telah berstatus tersangka kasus suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution, supaya tak kembali ke Indonesia. Lucas juga mengupayakan supaya Eddy masuk dan keluar dari wilayah Indonesia, tanpa pemeriksaan petugas Imigrasi. Itu dilakukan supaya Eddy tidak diproses secara hukum oleh KPK.

(Rangga Tranggana)