5 July 2020, 19:55

Merasa Tak Terima Uang, Eks Menpora Isyaratkan Tempuh Upaya Hukum

daulat.co – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi memberi isyarat akan menempuh upaya hukum atas vonis majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Isyarat tersebut sebagai bentuk perjuangan lantaran diklaim tak pernah menerima uang terkait proposal dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) seperti dituduhkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Isyarat itu disampaikan Imam melalui tim penasihat hukum, Wa Ode Nur Zainab. Wa Ode menilai, putusan Majelis Hakim terhadap kliennya hanya berdasarkan persepsi, asumsi dan bukan berdasarkan fakta hukum.

“Kemungkinan-kemungkinan akan ke sana (banding), karena beliau sampaikan pokoknya kita terus berjuang,” ucap Wa Ode Nur Zainab di PN Tipikor Jakarta, Selasa (30/6/2020).

Majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, pada Senin (29/6/2020) kemarin menjatuhkan hukuman atau vonis tujuh tahun pidana penjara terhadap Imam.

Dikatakan Wa Ode, dalam pertimbangan  majelis hakim tidak ada pemberian kepada kliennya. Selain itu, kata Wa Ode, dalam persidangan kliennya tidak ada fakta baik saksi yang menyebut Imam menerima uang atau melakukan komunikasi terkait dengan proposal dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Jadi tidak ada fakta hukum di persidangan, hanya ada bukti petunjuk kata majelis hakim. Bukti petunjuk itu harusnya diperoleh dari fakta saksi, fakta surat misalnya. Kalau dari alat bukti 184 KUHAP itu namanya bukti petunjuk itu berada pada level terbawah. Jadi nggak mungkin kemudian orang di hukum karena petunjuk,” kata Wa Ode.

“Pada pertimbangan hukum dalam putusan Majelis Hakim yang dibacakan kemarin, beberapa kali dinyatakan oleh Majelis Hakim bahwa tidak ada fakta yang menyebutkan ada pemberian uang ke Terdakwa (Imam Nahrawi),” ditambahkan Wa Ode.

Lantaran merasa tak menerima uang, Imam menekankan akan terus berjuang demi memperoleh keadilan. “Jadi saya bisa memahami kekecewaan beliau. Beliau nih orang santri, keluarga santri tentu nama baik keluarga tercoreng. Jadi itu beliau merasa sedih nama baik keluarga sebagai keluarga santri tercoreng,” kata Wa Ode.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

RPJMD Meleset, Pembangunan Jalan Kauman – Mojo Tak Tersentuh

Read Next

Suap Ketuk Palu RAPBD, KPK Tahan 3 Bekas Anggota DPRD Jambi