Menpora: Bonus Peraih Medali Asian Para Games Langsung Ditransfer Tanpa Potong Pajak

http://daulat.co/wp-content/uploads/2018/10/Atlet-Asian-Para-Games.jpg

daulat.co – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memastikan bahwa bonus bagi atlet dan pelatih Indonesia peraih medali di ajang Asian Para Games 2018 langsung ditransfer ke rekening masing-masing dan tidak ada pemotongan pajak.

“Itu utuh tanpa ada potongan pajak karena pajak dibayar oleh pemerintah,” kata Menpora baru-baru ini usai mendampingi Presiden Jokowi menyerahkan bonus bagi atlet peraih medali Asian Para Games 2018 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Menurut Menpora, masing-masing bonus peraih medali ada kelipatannya. Satu emas pertama di single Rp1,5 miliar, kalau atlet yang mendapatkan emas ke-2 maka ada hitung-hitungannya.

“Jadi tidak otomatis Rp1,5 miliar, Rp1,5 miliar. Demikian pula bagi double maupun beregu, juga ada hitung-hitungan seperti yang kami berikan ke atlet di Asian Games, persis,” ucap Menpora.

Mengenai pemotongan sebesar 30 persen oleh Komite Paralimpik Nasional atau National Paralympic Committee (NPC), Menpora Imam Nahrawi berjanji akan mengecek kebenarannya. Yang pasti, Menpora menegaskan bahwa kewajiban pemerintah sudah diberikan kepada atlet, pelatih dan asisten pelatih.

Soal NPC meminta kontribusi 30 persen, Menpora menilai itu internal NPC. Yang pasti dari pemerintah sudah memberikan semuanya dan hak-haknya yang harus diberikan sepenuhnya kepada mereka.

Adapun atlet yang belum mendapatkan medali pun, Menpora mengutip pernyataan Presiden Jokowi, bahwa masing-masing mendapatkan Rp20 juta. Pelatih dan asisten pelatih, sambung Menpora, juga sama.

Dengan keberhasilan Indonesia meraih 34 medali emas, 44 medali perak, dan 50 medali perunggu, Menpora Imam Nahrawai menilai, masih belum cukup untuk berbicara pada Paralympic Tokyo 2020. Tapi setidaknya mempunyai modal 35 yang bisa berangkat ke sana.

“Dari sisi kuantitatif ini sudah melampaui Paralympics 2016 di Brazil. Tentu secara kualitatif kita akan sangat optimistis, dengan cara pelantas jangka panjang, dimulai setelah Asian Paragames ini tidak berhenti lagi sampai nanti 2020,” pungkas Menpora.

 

(M Nurrohman)