Menag: Umat Buddha Banyak Membantu Pemerintah Dalam Menjaga Kerukunan

http://daulat.co/wp-content/uploads/2018/05/Buddha.jpg

daulat.co – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa kiprah majelis dan umat Buddha di Indonesia patut kita apresiasi karena telah membantu tugas pemerintah dalam meningkatkan kualitas kehidupan agama dan keagamaan. Disampaikan Lukman saat menerima tamu Perhimpunan Majelis Agama Buddha Indonesia di Jakarta, Selasa (15/05).

“Saya tahu persis, umat Buddha secara keseluruhan sudah banyak membantu tugas pemerintah khususnya Kementerian Agama dalam membina kehidupan keagamaan, menjaga kerukunan, mengembangkan pendidikan dan sosial. Saya ucapkan terimakasih,” kata Lukman.

Menurut Menag, Perhimpunan Majelis Agama Buddha Indonesia (Permabudhi) adalah wadah baru yang didirikan oleh umat Buddha. Dan sudah seharusnya umat beragama memiliki wadah untuk menyuarakan aspirasinya.

“Prinsipnya, bahwa setiap agama dalam konteks membangun relasi antara negara-agama, memang layaknya mempunyai perwakilan. Selama ini sudah ada Walubi,” kata Menag.

Terkait keberadaan Permabudhi, Menag menyambut baik hal tersebut. Menurutnya, yang lebih mengetahui kondisi umat Buddha secara keseluruhan adalah para majelis-majelis Buddha yang ada. Namun demikian Menag mengingatkan terkait aspek legalitasnya.

Sebelumnya, mewakili majelis Buddha, Sudhamek menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan mereka, selain silaturahim juga untuk menyampaikan perkembangan terbaru majelis Buddha di Indonesia.

Sudhamek menjelaskan sekitar satu tahun lalu, pemikiran tentang umat Buddha bersatu harus dengan membentuk forum komunikasi bersama, bukan formal, namun bentuknya konfigurasi, bersama-sama membangun agama Buddha dalam satu kebersamaan, maka lahirlah Permabudhi.

“Pembentukan AD/ART nya kami bersama-sama, dari perwakilan umat Buddha dan muncul aspirasi bersama, jika ingin mewujudkan majelis bersama,” kata Sudhamek.

Lanjut Sudhamek, Permabudhi telah terdaftar di Kemenag dan kini menjadi cermin  wajah baru dari berbagai majelis. Tugas utamanya pada empat bidang yakni tentang agama, sosial, pendidikan dan kemanusiaan.

Hadir dalam kesempatan ini, Dirjen Bimas Buddha Caliadi, mantan Dirjen Buddha Budi Setiawan, Sudhamek, serta perwakilan Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia (Mapanbumi), Majelis Buddhayana Indonesia (MBI), Majelis Nichiren Shosu Buddha Dharma Indonesia (MNSBDI), Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosu Indonesia (PBDNSI), Yayasan Buddha Tzu Indonesia, Majelis Mahayana Indonesia (MAHASI), Majelsi Tridharma dan Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia.

(M Nurrohman)