Menag: Pesantren, Madrasah dan Perguruan Tinggi Adalah Pilar Pendidikan Islam

http://daulat.co/wp-content/uploads/2018/12/Menag-4.jpg

daulat.co – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menuturkan bahwa ada tiga pilar pendidikan Islam di Indonesia. Pertama, pendidikan pesantren yang menjadi tulang pungung pendidikan di Indonesia. Kedua, madrasah dan ketiga perguruan tinggi keagamaan baik negeri dan swasta.

“Kita berada pada level tertinggi dan memegang tangungjawab paling besar ke arah mana peradaban islam ke depan. Kita menjadi role model bagi dunia bagaimana nilai islam diimplementasikan, ” kata Menag usai meresmikan Gedung Poliklinik dan Rumah Tahfidz Al-Quran di ruang Sidang Rektorat UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Sabtu (8/12).

Menag juga menekankan bahwa persoalan yang belakangan mengisi ranah publik yaitu disrupsi teknologi dan agama. Untuk itu, ASN harus menjadi pihak-pihak yang membersihkan penyebarluasan hal-hal yang tidak jelas kebenarannya.

“Disrupsi agama seperti disorot Pak Amin Abdullah adalah terjadinya konservatisme yang semakin menguat dalam memahami nilai agama yang terpaku pada teks tanpa melihat konteks. Mari isi sosial media dengan nilai nilai agama yang rahmatan lil alamin. ASN PTKI memikul tangung jawab yang besar,” ucap Menag.

Dalam kesempatan ini, Menag mengajak segenap ASN UIN Sunan Gunung Djati untuk merawat, menjaga dan memelihara gedung yang baru diresmikan dengan memberikan ruh dan jiwa pada bangunan tersebut.

Semantara itu, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Mahmud mengatakan bahwa klinik yang baru diresmikan ini memiliki visi yakni menjadi pusat pelayanan kesehatan yang profesional dan berkualitas bagi terwujudnya kesehatan civitas akademik yang prima.

“Misi kita memberikan pelayanan dan pendidikan kesehatan yang prima dan bekualitas, meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana kesehatan, mengembangkan jaringan kerjasama dan perluasan konsumen melalui kerjasama dengan lembaga asuransi kesehatan serta melakukan riset kesehatan secara terus memerus untuk pelayanan kesehatan yang baik,” tutur Mahmud.

 

(M Nurrohman)