Menag Minta Guru Besar PTKI Mampu Beri Solusi Problem Revolusi Industri 4.0

http://daulat.co/wp-content/uploads/2018/12/Menag.-2.jpg

daulat.co – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak kepada para guru besar PTKIN agar lebih aktif merespons isu-isu aktual di masyarakat. Para professor diminta ikut merespon sekaligus memberi tawaran solusi atas beragam dinamika keummatan masa kini. Misalnya yang terkait ekstrimisme, dakwah di era digital,  bendera bertuliskan kalimat syahadat  hingga Perda Syariah.

“Para Guru Besar seharusnya tidak hanya asyik di menara gading, tetapi juga terlibat dalam isu-isu publik agar terasa manfaatnya,” kata Menag dalam acara Islamic Higher Education Professors (IHEP) tahun 2018 di Bandung, Sabtu (8/12).

Selain itu Menag juga menghimbau kepada guru besar PTKI untuk mampu tampil dengan baik dalam memberikan solusi atas problem negara di era revolusi industri 4.0, utamanya terkait disrupsi teknologi dan informasi.

Hal senada juga disampaikan oleh Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin. Menurutnya, dalam acara IHEP tahun 2018 ini merupakan yang kedua, digelar di tengah kerinduan negara terhadap kehadiran akademisi.

“Bukan akademisi menara gading yang abai atas dinamika negerinya, akan tetapi akademisi yang hirau atas nasib bangsa dan negaranya,” tambah Kamaruddin Amin.

Kamaruddin Amin menuturkan bahwa pada IHEP pertama digelar di Jakarta awal Desember 2015. Dan IHEP Summit kali ini dimaksudkan untuk memperkuat sumbangsih pemikiran guru besar PTKI kepada tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang kondusif melalui penelaahan kritis atas isu terkini nasional sesuai kepakaran masing-masing.

Untuk itu dalam IHEP tahun 2018 yang bertema “Membingkai Agama dan Kebangsaan”, Kamaruddin Amin mendesak untuk mendapatkan respon akademik dari para guru besar atau profesor PTKI menyusul beberapa fenomena penting.

Pertama, belum selesainya relasi antara agama dan kebangsaan di negeri ini yang ditandai oleh kasus menyeruaknya ideologi dan gerakan yang berorientasi untuk mengganti Pancasila dengan idoelogi lain.

Kedua, menguatnya fenomena globalisasi yang ditandai oleh kemajuan peradaban teknis-material yang membuat referensi ideologi dan praktik domestik mendapatkan tantangan dari luar.

Untuk diketahui, acara IHEP dihadiri 100 Guru Besar PTKIN. Ada tiga pembicara, yaitu: Nadirsyah Hosen, Haidar Bagir, dan Radhar Pancadahana. Diskusi dipandu langsung oleh Direktur PTKI Arskal Salim.

(M Nurrohman)