Menag: Kyai Punya Peluang Berkontribusi Dalam Penyusunan DIM RUU Pesantren

http://daulat.co/wp-content/uploads/2018/10/Menag-5.jpg

daulat.co – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan akan melibatkan para kyai dan pimpinan pondok pesantren dalam penyusunan Daftar Inventaris Masalah (DIM) RUU Pesantren. Disampaikan Menag saat bertemu sejumlah kyai dan pimpinan lembaga pendidikan keagamaan di Yogyakarta, Kamis (11/10).

“Para kyai punya peluang berkontribusi dalam membuat DIM yang akan diusulkan pemerintah. Rencana kami, ketika menyusun DIM, sebelum disampaikan ke DPR, akan didiskusikan dulu dengan forum pengasuh,” kata Menag.

“Kami di Kemenag punya tekad bahwa ini momentum kita. Bahwa pendidikan keagamaan adalah basis pendidikan di Indonesia. Ini peluang kita bagaimana negara menberikan pengakuan lebih besar bagi kelangsungan lembaga pendidikan keagamaan di negara ini sehingga kontribusi pesantren juga lebih konkrit,”  imbuh Menag.

Menag mengaku bahwa saat ini pihaknya masih menunggu draft RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan yang disusun DPR. Informasinya,  RUU itu akan segera dibawa ke sidang paripurna untuk ditetapkan sebagai inisiatif DPR. Jika itu sudah ditetapkan,  maka menjadi tugas pemerintah untuk menyusun DIM berdasarkan draft RUU yang disusun DPR.

Menurut Menag, dalam  tahap penyusunan Daftar Inventaris Masalah (DIM), maka seluruh masukan dari pesantren dan stakeholders lainnya akan dihimpun untuk dibahas bersama sebelum dibawa ke DPR.

“Jadi rancangan undang-undang yang disusun DPR akan dipersandingkan dengan DIM yang disusun oleh pemerintah,” tutur Menag.

Untuk diketahui, sekira 30 kyai yang hadir itu tergabung dalam tiga asosiasi,  yaitu: Forum Komunikasi Pendidikan Muadalah (FKPM)  yang diketuai KH Amal Fathullah (Gontor),  Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (Amali) yang dipimpin KH Abdul Djalal (Situbondo), dan Asosiasi Pendidikan Diniyah Formal (Apendif) di bawah pimpinan KH Fadlullah (Kaliwungu).

Sementara Menteri Agama Lukman Hakim didampingi Staf Khusus Menag bidang Komunikasi Hadi Rahman,  Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ahmad Zayadi,  Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Mastuki, dan Kakanwil Kemenag DI Yogyakarta Muhammad Lutfi Hamid.

(M Nurrohman)