Menag: Berpancasila Hakikatnya Adalah Wujud Implementasi Dari Pengalaman Nilai-Nilai Beragama

http://daulat.co/wp-content/uploads/2018/05/Lukman.jpg

daulat.co – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menilai dalam memperingati hari lahir Pancasila akan mengingatkan kembali kepada jasa pendiri bangsa, Sang Proklamator Bung Karno. Presiden RI pertama bersama tokoh bangsa lainnya kala itu telah berjasa besar dalam meletakkan dasar-dasar Negara Indonesia.

Disampaikan saat acara Silaturahim Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni. Dengan tema ‘Bersatu, Berbagi, Berprestasi,’ dan berlangsung di Selasar Masjid Istiqlal Jakarta, Rabu (16/05).

“Bagi umat beragama, bagi bangsa yang dikenal sangat religius ini, berpancasila hakikatnya adalah wujud implementasi, pengejawantahan dari pengamalan nilai-nilai beragama dalam  konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Menag.

Menag menilai, Pancasila digali dan dirumuskan dari nilai-nilai yang hidup di masyarakat agamis sejak ratusan tahun lalu. Karenanya, tidak heran jika hasil penggalian tersebut sarat dengan nilai-nilai agama. Bung Karno bersama para pendiri bangsa telah berhasil merumuskan lima sila yang dikenal sebagai Pancasila.

Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kedaulatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permuyawaratan perwakilan, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh bangsa dan tokoh agama antara lain Ketua Dewan Pengarah Badan Pengembangan Ideologi Pancasila  Megawati Soekarno Putri, Menteri Koordinator PMK, Puan Maharani,  Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Kepala BPIP Yudi Latif, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar serta Para tokoh Agama lainnya.

 

(M Nurrohman)