Menag Berikan Penghargaan Kepada 5 Guru Inspiratif

http://daulat.co/wp-content/uploads/2018/12/Menag-3.jpg

daulat.co – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan penghargaan kepada lima guru madrasah yang dinilai paling menginspirasi di Indonesia. Hal itu dilakukan Menag dalam acara Talkshow dan Penghargaan Guru Inspiratif di Bandung, Sabtu (8/12).

Menurut Menag, di Indonesia, terdapat 49.337 madrasah, dari tingkat madrasah ibtidaiyah (MI) sampai madrasah aliyah (MA). Dari jumlah itu, 92,1% adalah madrasah swasta, sisanya merupakan Madrasah Negeri. Dalam perjalanannya, madrasah selalu melahirkan sosok guru istimewa yang mendedikasikan hidupnya untuk dunia pendidikan.

“Mereka adalah sosok guru yang cukup istimewa, dengan spirit dan perjuangan mereka telah menginspirasi bagi kita semua. Negara dan bangsa ini berhutang kepada mereka,” kata Menag.

Menag menilai bahwa para guru yang menerima penghargaan ini memiliki kesamaan yaitu menghadapi keterbatasan fasilitas, minim kesejahteraan dan bergelimang kisah-kisah menyedihkan.

“Tetapi mereka menaklukkan semua tantangan itu dengan kekuatan keikhlasannya yang begitu tinggi. Kalau kita refleksikan kepada diri kita, belum tentu kita ini sanggup untuk melakukannya,” ucap Menag.

Sementara itu, Direktur Guru Dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemenag Suyitno meminta agar guru terus berinovasi dalam menyebarkan ilmu dan moderasi Islam untuk masa depan agama dan negara yang baik.

“Teruslah untuk melahirkan inovasi dalam menebarkan ilmu kepada anak didik. Anda tidak pernah sendirian karena kami selalu mendorong dan mengafirmasi di tingkat kebijakan,” tutur Suyitno.

Untuk diketahuim kelima sosok guru inspiratif itu yaitu: Ahmad Haris, guru MI Pulau Bua, Alor, Nusa Tenggara Timur, Untung, guru MI Miftahul Ulum, Sumenep, Jawa Timur, Suraidah, guru MI Darul Furqan, Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Indra Ariwibowo, guru MI Luar Biasa Budi Asih, Semarang, Jateng dan Supena dari MI al-Ishlah, Bani Menoy, Lebak, Banten.

 

(M Nurrohman)