8 August 2020, 12:54

Masyarakat Resah Soal Corona? Dinas Komunikasi dan Informasi Paling Bertanggungjawab

DUNIA, termasuk negeri kita, sedang menghadapi wabah covid-19. Bahkan Presiden sudah menetapkan sebagai bencana nasional. Kini saatnya semua komponen bangsa harus bahu-membahu melakukan tanggungjawab sesuai tugas dan fungsi (tupoksi) masing-masing.

“Setidaknya ada lima pihak di daerah yang bertanggungjawab langsung menangani korban covid-19, termasuk pemakaman jenazah,” terang Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner, Emrus Sihombing, dalan keterangan tertulisnya, Selasa 14 April 2020.

Pihak pertama, menurutnya adalah Dinas Kesehatan setempat. Dinas Kesehatan melakukan tupoksi perawatan korban covid-19. Para petugas bidang kesehatan telah berjibaku bekerja keras siang dan malam tanpa mengenal lelah merawat para pasien.

Dan, sejauh ini ia melihat hasil kerja keras Dinas Kesehatan melegakan kita semua. Hal itu bisa dilihat dari jumlah pasien sembuh yang semakin meningkat. Sedangkan korban yang mendahului kita, jumlahnya semakin tertahan.

“Terhadap korban yang mendahului kita sudah dilakukan penanganan sesuai protokol standar WHO agar aman dari kemungkinan penularan virus ini ketika dilaksanakan proses pemakaman,” kata Emrus.

Harus diakui, lanjutnya, saat ini para petugas bidang kesehatan menjadi pahlawan kemanusiaan dunia dan bagi negeri ini. Bahkan sudah ada beberapa di antara mereka terkena virus ini setelah kontak dengan pasiennya, dan ada yang mendahului kita.

“Sedihnya, masih ada beberapa warga menolak pemakaman pahlawan kemanusiaan ini. Saya ingin mengetuk pintu hati kita semua. Dimana kemanusian yang adil yang kita miliki itu? Di mana kemanusiaan yang beradab yang kita miliki itu? Bagaimana kalau itu terjadi pada diri atau keluarga kita,”

“Di keheningan pukul 03.03 dini hari pagi ini, saat menulis alenia ini, saya hanyut dalam perasaan yang paling dalam. Saya sempat terhenti sejenak. Spontan bibir saya bergetar dan tak terasa air mata menetes,” sambung Emrus.

Kedua, Dinas Komunikasi dan Informasi setempat. Dinas ini sejatinya garda paling depan melakukan komunikasi sosialisasi tentang pengetahuan, kesadaran dan sikap agar masyarakat berperilaku mendukung penuh mencegah penyebaran dan penanganan dampak, termasuk proses pemakaman jenazah korban covid-19.

“Dinas ini harus setiap hari berada di tengah masyarakat melakukan komunikasi kesehatan melalui pengeras suara. Saya menyarankan, kegiatan ini direkam dalam bentuk video dan kemudian diposting di berbagai sosial media secara masif,” tuturnya.

Jika ada penolakan pemakaman jenazah korban covid-19 dari warga, dari aspek ilmu komunikasi, maka dinas ini menurutnya yang paling bertanggungjawab.

Selanjutnya ketiga yaitu Dinas Pemakaman setempat. Sepantasnya unit ini yang paling bertanggungjawab dan bertugas melakukan pemakaman jenazah korban covid-19 karena sudah tugas keseharian mereka.

Disebutkan Emrus, ketika informasi datang dari petugas bidang kesehatan bahwa ada jenazah yang harus segera dimakamkan, maka Dinas Pemakaman harus serta merta menjemput jenazah dan melakukan pemakaman sesuai dengan protokol yang sudah ditetapkan.

Jadi, tidak boleh ada lagi ke depan ada kejadian jenazah saudara dan atau saudari kita, korban covid-19 yang tidak terurus atau terbengkalai proses pemakaman. Padahal mereka adalah WNI, pemilik sah negeri ini. Juga, mereka warga dunia dan manusia sama dengan kita.

Untuk memperlancar proses pemakaman, Emrus menyarankan Dinas Pemakaman setempat menyediakan lahan khusus lebih spesial bagi jenazah korban covid-19. Lokasi makam ini ke depan menjadi bukti catatan sejarah dunia dan monumen peringatan spirit global.

Keempat yaitu polisi setempat. Polisi melakukan tugas terkait dengan pengamanan dan penegakan hukum. Salah satu tupoksi polisi dan sudah dijalankan dengan baik, telah menindak tegas kepada terduga provokator penolak pemakaman jenazah korban covid-19 dan dugaan pelaku penyebar hoax.

Menurut pengamatannya, polisi telah melakukan tugas kemanusiaan luar biasa. Aparat berperan aktif membantu melakukan pemakaman, penyemprotan disinfektan, dan bahkan proaktif melakukan komunikasi sosialisasi di tengah masyarakat.

Terakhir atau kelima, peran serta masyarakat. Keberhasilan penanganan penyebaran dan dampak covid-19 sangat ditentukan oleh peran serta aktif masyarakat setempat mendukung segala program pemerintah, termasuk pelaksanaan proses pemakaman jenazah.

(M Abdurrahman)

Read Previous

Bupati Pemalang Soal Transparansi Informasi Pencegahan Covid-19

Read Next

PDP Comal Meninggal, Pihak Keluarga Sebut Ada Riwayat Paru-paru