24 November 2020, 21:52

Masuk Musim Hujan, BPBD Pemalang Imbau Warga di Perbukitan Tingkatkan Kewaspadaan

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pemalang Bambang Ali Nuryanto

daulat.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang mengimbau warga di Kecamatan Watukumpul, Belik, Pulosari, Moga dan Kecamatan Bodeh mewaspadai terjadinya longsor di musim penghujan.

Dari beberapa kecamatan tersebut, Kecamatan Watukumpul disebutkan sebagai wilayah kecamatan paling rawan terjadinya longsor. Sebab bentuk permukaan bumi (topografi) wilayah tersebut merupakan daerah perbukitan.

Terlebih, wilayah Watukumpul saat ini sebagiannnya mulai gundul sehingga ketika hujan besar datang bisa menyebabkan longsor dan menimpa bangunan dibawahnya. Demikian dikatakan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Bambang Ali Nuryanto, kepada wartawan kemarin (31/10).

“Kami sudah memasang sistem peringatan dini (early warning system/EWS), di mana kalau terjadi gerakan tanah, alat tersebut secara otomatis memberikan sinyal atau peringatan, berbunyi sirine,” kata dia.

Bambang mengungkapkan, BPBD Pemalang telah memasang EWS di 5 titik sekitar Kecamatan Watukumpul. Diantaranya di Desa Bodas, Desa Cibongas dan di Desa Telagasana. EWS itu dipasang di daerah yang benar-benar rawan bencana.

Selain pemasangan EWS, pihaknya juga telah mengadakan pelatihan di Desa Bodas, pembentukan desa tangguh bencana (Destana) serta membentuk manusia yang tangguh yang siap dalam menghadapi terjadinya bencana.

Seperti halnya di Watukumpul, BPBD membentuk relawan di kecamatan lain yang masuk kategori rawan bencana. Dimana diharapkan apabila terjadi suatu bencana, mereka sudah terlatih untuk melakukan langkah-langkah responsif.

Di sisi lain, ia menyampaikan langkah-langkah pertama yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Pertama adalah dengan menyelamatkan warga yang rentan, seperti lansia,ibu hamil, serta anak-anak.

“Ketika hujan besar, terus terjadi pergerakan tanah, kemudian segera keluar, dan mengingatkan kepada semua masyarakat,” terang Bambang.

Masyarakat juga harus ramah terhadap alam dan lingkungan, seperti tidak melakukan penebangan pohon dengan semena-mena. Materi seperti ini kerap disampaikan BPBD Pemalang kepada masyarakat dalam setiap sosialisasi di seluruh Kecamatan.

“Kalau pohon ditebang habis, resapannya kurang, penahan tanahnya juga kurang, terjadi turun hujan dan tanah longsor. Tanah longsor membawa endapan membawa apapun disana, kemudian membendung sebuah sungai, jembatan, atau gorong-gorong, terjadilah meluap dan banjir,” tutupnya.

(Sumitro)

Read Previous

Dirjen Dukcapil Bangga Dengan ‘Pasukan Anti Prei’, Tetap Berikan Pelayanan Adminduk di Hari Libur

Read Next

Jokowi Minta Kasus Aktif Covid-19 Terus Ditekan