26 September 2020, 12:08

Manfaatkan Pilkada untuk Hidupkan Program Padat Karya

daulat.co – Pilkada Serentak di 270 daerah diharap bisa memicu geliat ekonomi di daerah, alih-alih kampanye massa yang tidak produktif.

“Pilkada Serentak 2020 dapat berguna untuk momentum pemulihan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di tengah pandemi covid-19,” ujar Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian di NTB, Selasa (21/7/2020).

Mendagri Tito mengakui telah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani perihal anggaran APBD untuk KPU dan Bawaslu yang sudah 85% dicairkan. Ada juga bantuan dari APBN sekitar Rp960 miliar untuk setiap KPUD dan seluruh Bawaslu. Pada tahap kedua nanti akan dicairkan juga sekitar Rp3 triliun dan tahap terakhir Rp1 triliun.

Dijelaskan, secara keseluruhan jumlahnya berkisar Rp15 triliun. APBN sendiri Rp5 triliun dan ditambah dari biaya yang akan dikeluarkan oleh peserta untuk Pilkada ini sekitar Rp20 triliun yang akan tersebar 60% untuk isentif atau penyelenggara. Sedangkan 40% untuk pembelian alat Pilkada maupun alat untuk penanganan covid-19 seperti masker dan lain-lain.

“Ini akan bisa berdampak dua yang pertama adalah bisa untuk membangkitkan UMKM dan kedua bisa untuk penanganan Covid-19,” ujar Tito.

Manfaat bagi UMKM sendiri bisa berupa pengadaan masker, kertas, tinta dan perlengkapan lainnya. Sedangkan untuk menangani Covid-19 karena pengadaan itu juga akan digunakan untuk pembelian alat perlindungan covid.

“Bahkan kontestan sudah kita minta boleh menggunakan alat peraga, masker atau hand sanitizer dengan gambar mereka atau nomor pilihan mereka sehingga ini akan menimbulkan gerakan massif,” tuturnya.

Tito meminta bantuan dan kerjasama yang baik antar pihak penyelenggara, peserta Pilkada, dan masyarakat luas agar menggunakan kesempatan ini sebagai momentum gerakan melawan Covid-19.

Kata Tito, tema yang ingin di angkat dalam Pilkada adalah peran kepala daerah dalam rangka penanganan covid-19 dan dampak sosial ekonominya. Ini diharapkan akan menjadi pertarungan bagi mereka untuk semua daerah bergerak maksimal agar kurva dapat dikendalikan.

Ia mengungkapkan, pemerintah pusat saja akan sulit mengendalikan rakyat, karena Indonesia menggunakan sistem demokrasi desentralisasi. Makanya peran kepala daerah menjadi sangat penting di momentum ini.

“Ketika Pilkada ini mereka kepala daerah 270 daerah incumbent akan bertanding dan kontestan lain kita harapkan mereka betul-betul terpacu untuk menyelesaikan covid-19 bukan menjadi media penularan,” tuntas Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri. (M Sahlan)

Read Previous

Soal Relaksasi PSBB, Hasto: Pemerintah Sejalan dengan Keinginan Rakyat

Read Next

Eks Bupati Lampura Mulai Huni Rutan Bandar Lampung