Lukman Nilai Bulan Ramadan Sebagai Anugerah Untuk Membersihkan Diri Dari Dosa

http://daulat.co/wp-content/uploads/2018/05/Menag-9.jpg

daulat.co – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa bulan suci Ramadan adalah anugerah Tuhan untuk umat muslim. Ramadan menjadi ruang untuk menempa diri, berlatih agar kembali ke jati diri manusia atau kepada fitrahnya. Disampaikan dalam tausiyahnya, usai shalat zuhur berjamaah dengan jajarannya, ASN Kementerian Agama, di Mushalla At-Tarbiyah,  Jakarta, Kamis (17/05).

“Itulah kenapa ketika mengakhiri Ramadan dan memasuki Syawal (disebut) kita kembali ke fitrah. Fitrah terbagi dua yakni basariah dan insaniah. Maknanya sama namun memiliki titik tekan yang berbeda. Basariah adalah unsur tanah pada diri manusia dan insaniah adalah unsur ruhaniyah,” ujar Lukman.

“Maka dari itu, kita harus bersyukur karena diberi kesempatan menikmati Ramadan. Mudah-mudahan Allah memberi kesempatan kita untuk menuntaskan Ramadan tahun ini dan menikmati Ramadan di tahun-tahun yang akan datang,” imbuh Menag.

Menag Lukman mengajak keluarga besar Kementerian Agama untuk meningkatkan kualitas puasa dari yang awam menjadi puasa khusus. Puasa awam sebatas menahan dari rasa haus, lapar, hubungan suami istri, dan hal membatalkan lainnya.

“Puasa khusus yaitu menahan seluruh indra, mata, telingga dan seluruh anggota tubuh (dari berbuat maksiat), selain juga menjalankan puasa layaknya puasa awam. Ada lagi puasa khusus diantara kumpulan puasa khusus, di mana seseorang mampu mengembalikan semua aspek kehidupannya kepada Tuhan,” kata Menag.

 

(M Nurrohman)