Lucas Merasa Dikambinghitamkan

Pengacara Lucas dari Law Firm Lucas SH and Partners bersiap menuju ruang penyidik gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (1/10) untuk memenuhi pemanggilan pemeriksaan. Lucas yang sempat mangkir pada pemanggilan pertama diperiksa sebagia saksi untuk tersangka Eddy Sindoro dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (Foto: Dedy Istanto/daulat.co)

daulat.co – ‘Janganlah Kambinghitamkan Saya Demi Menutupi Kesalahanmu, Karena Tak Seorang pun Boleh Dihukum Jika Dia Tidak Melakukan Kesalahan‘. Begitu garis besar yang diungkapkan Advokat Lucas dalam pledoi atau nota pembelaan pribadi, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Sambil berdiri, Lucas menjelaskan 4 poin dalam pledoinya. Pada intinya poin-poin itu mengungkap keganjilan yang dirasakan Lucas dalam perkara dugaan merintangi penyidikan, seperti dituduhkan pihak KPK.

“Ada 4 (empat) poin penting yang akan Saya angkat terkait dengan dakwaan Penuntut Umum di satu sisi, dan fakta-fakta yang diperoleh dalam persidangan di sisi lain,” ucap Lucas saat membacakan Pledoi.

Yang pertama, kata Lucas, mengenai pembuktian ada tidaknya perbuatan dirinya yang dapat dianggap telah merintangi penyidik KPK dan dalam keadaan apa penyidik memiliki dasar hukum untuk menyatakan dirinya telah dirintangi. Kedua, sambung Lucas, mengenai rekaman pembicaraan yang oleh Penuntut Umum dijadikan sebagai bukti dirinya telah menyarankan kepada Eddy untuk menghindari proses penyidikan.

Ketiga, lanjut dia, mengenai keterangan Dina Soraya yang nota bene adalah satu-satunya saksi fakta yang mendukung dakwaan Penuntut Umum dan kesaksian Dina Soraya tersebut adalah bertentangan dengan keterangan saksi-saksi lain. Terakhir, kata Lucas, mengenai tidak terbuktinya dakwaan bahwa dirinya telah memerintahkan Stephen Sinarto untuk menyerahkan uang operasional kepada Dina Soraya.

“Sekaligus Saya juga akan membahas bagaimana Penuntut Umum tidak dapat membuktikan akun facetime Kaisar555716@gmail.com adalah milik saya,” tutur dia.

lebih lanjut dikatakan Lucas, sepanjang persidangan, hanya satu saksi yang mendukung dakwaan jaksa yaitu saksi Dina Soraya. Menurut Lucas, Dina Soraya merupakan saksi yang Inkonsisten, bahkan cendrung berbohong.

Dijelaskan Lucas, dalam perkara Eddy Sindoro, Dina pernah buat BAP di hadapan penyidik pada 19 September. Di BAP Dina menyatakan dengan jelas bahwa prof L adalah Jimmy. Pemilik dan pengguna akun Facetime Kaisar555 adalah Jimmy. Dan Jimmy-lah yang meminta bantuan, Jimmy-lah yang membayar semua operasional.

“Ini adalah kekuasaan Tuhan. Kok bisa terselip BAP itu. Kok bisa terselip dalam perkara Eddy Sindoro. Tapi ini disembunyikan, tidak diungkapkan. Harusnya jaksa mengungkapkan di muka persidangan supaya semua jelas. Ternyata disimpan,” tegas Lucas.

Ironinya, sambung Lucas, Dina ketahuan merubah BAP-nya pada 28 September, di hadapan penyidik. Dalam perubahan itu, Jimmy diganti Lucas.

“Dengan dasar itu saya jadi tersangka, langsung ditahan,” kata dia.

Ditegaskan Lucas, sejak awal persidangan, tidak ada niat atau motif Lucas membantu Eddy melarikan diri dari kejaran KPK. “Saya ini dikambinghitamkan, diputar, karena KPK bilang apa? Suatu kehormatan, kebanggaan bagi kami bisa menuntut seorang advokat senior yang konon kabarnya sudah malang melintang di dunia hukum dan peradilan. Apa ini maksudnya? Alangkah mirisnya saya, dibuat saya seperti ini,” tutur dia.

Sebab itu, Lucas menyebut ada dendam dalam surat dakwaan sampai tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Apa yang saya rintangi? Tidak ada peranan sama sekali, tidak ada yang terintangi. Kenapa? Karena KPK penyidiknya tidak cepat, tidak red notice, tidak DPO Eddy. Baik bulan april 2016, maupun 29 agustus 2018. Ya bebas berangkat keluar masuk melintas antar negara. Jadi tidak ada yang dirintangi karena tidak ada penyidikan saat itu. Tidak ada surat perintah KPK untuk penangkapan. Ini benar-benar perkara dagelan. Hanya saya dikambinghitamkan,” tandas Lucas.

Lucas sebelumnya didakwa bersama-sama dengan Dina Soraya telah merintangi penyidikan terhadap Eddy Sindoro. Lucas diduga menyarankan Eddy Sindoro selaku tersangka untuk tidak kembali ke Indonesia.

Kemudian, Lucas dituntut penjara 12 tahun dan denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan. Jaksa meyakini jika Lucas terbukti menghalangi penyidikan Eddy Sindoro.

(Rangga Tranggana)