LSM LIRA Menduga Penembakan Gedung DPR Punya Motif Diskreditkan Jokowi

Daulat.co – Penembakan Gedung DPR RI, kembali terjadi. Jika sebelumnya yang jadi sasaran adalah ruangan politikus Gerindra dan Golkar, kali ini Rabu (17/10/2018) ruang kerja Fraksi Demokrat dan PAN yang jadi sasaran.

Terkait kejadian ini, LSM LIRA menduga penembakan ini memang disengaja dan bermotif politis dan digrand design. Hal itu juga membantah pernyataan Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo sebelumnya bahwa itu peluru nyasar dari Perbakin. Menurut LSM LIRA, mengatakan itu peluru nyasar sangat tidak masuk akal.

“Coba bayangkan, Lapangan Tembak Perbakin itu berdiri sudah puluhan tahun dan selama itu belum pernah ada peluru nyasar ke DPR RI. Kemudian jarak dari Perbakin ke Gedung DPR RI itu jauh. Mustahil yang latihan nembak bisa mencapai Gedung DPR RI,” tegas Presiden LSM LIRA, HM. Jusuf Rizal kepada media di Jakarta.

Pria dari keluarga intelijen itu lebih lanjut menduga penembangan ke Gedung DPR RI itu bermotif politis menjelang Pilpres 2019. Patut diduga ini semacam teror untuk menciptakan suasana gaduh yang bertujuan membangun opini bahwa pemerintahan Jokowi tidak aman.

Kejadian ini boleh jadi dilakukan pihak-pihak atau kelompok berkepentingan serta terlatih (sniper). Tujuannya untuk membuat suhu politik memanas. Sebab jika memang mau ada korban, pasti dengan mudah bisa mengenai anggota dewan. Pelaku bisa saja dari gedung2 sejajar di seputar DPR RI

Karena itu, mantan jurnalis berdarah Madura-Batak ini meminta Badan Intelijen Negara (BIN), Kepolisian dan DPR RI harus mengusut tuntas kasus ini karena menyangkut keselamatan para anggota dewan.

“Sangat tidak rasional jika disebutkan itu peluru nyasar dari Perbakin,” tuntas Jusuf Rizal.

(M Sahlan)