11 April 2021, 12:07

KPK Tetapkan Tersangka Korupsi Pembelian Tanah di DKI Terkait Program DP 0 Rupiah

Plt Jubir KPK, Ali Fikri

Plt Jubir KPK, Ali Fikri

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mengusut dugaan korupsi terkait pengadaan tanah di Munjul Kelurahan Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019.

Kasus pembelian tanah oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprop DKI Jakarta yang disebut-sebut untuk Program DP 0 Rupiah Pemprov DKI itu telah ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh KPK.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri membenarkan hal tersebut. Seiring peningkatan kasus ke tahap penyidikan itu, lembaga antokorupsi juga telah menetapkan sejumlah tersangka.

“Benar, setelah ditemukan adanya dua bukti permulaan yang cukup,  saat ini KPK sedang melakukan kegiatan penyidikan dugaan TPK terkait  pengadaan tanah di Munjul Kelurahan Pondok Rangon,Kecamatan Cipayung,Kota Jakarta Timur,Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019,” ujar Ali.

Berdasarkan informasi, tanah yang dibeli dan berujung rasuah itu seluas 41.921 meter persegi. Diduga modus rasuah pembelian tanah itu yakni markup. Dugaan itu terindikasi merugikan keuangan negara senilai Rp 100 miliar.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Salah satunya seorang Direktur Utama (Dirut) sebuah BUMD Pemprov DKI berinisial YC. Diduga kuat YC merujuk pada Yoory Corneles selaku Dirut Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya.

Sementara tiga lainnya yakni AR dan TA, serta PT. AP selaku penjual tanah. Para tersangka termasuk YC dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) kesatu KUHP.

Namun, Ali belum mau membongkar identitas para tersangka serta detail dugaan korupsi pengadaan tanah tersebut.

“Saat ini, kami belum dapat menyampaikan detail kasus dan tersangkanya karena sebagaimana telah disampaikan bahwa kebijakan KPK terkait hal ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat penangkapan atau penahanan para tersangka telah dilakukan,” kata dia.

“Pada waktunya KPK pasti akan memberitahukan kepada masyarakat tentang konstruksi perkara, alat buktinya dan akan dijelaskan siapa yang telah di tetapkan sebagai tersangka beserta pasal sangkaannya,” sambung Ali.

Tim penyidik dikabarkan telah bergerak cepat mengusut kasus ini dengan menggeledah sejumlah lokasi. Salah satunya sebuah kantor di kawasan Cibubur, Jakarta Timur pada Rabu (3/3/2021) lalu. Dari penggeledahan itu, tim penyidik mengamankan berbagai dokumen yang terkait dengan perkara ini.

“Saat ini tim Penyidik KPK masih menyelesaikannya tugasnya lebih dahulu,” tandas Ali.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Tolak KLB Abal-abal, AHY Tempuh Jalur Resmi Pertama ke Kemenkumham

Read Next

Kasus Rumah DP 0 Rupiah Naik Penyidikan, Gubernur Anies Copot Dirut BUMD Yoory C Pinontoan