27 January 2021, 21:23

KPK Tetapkan Tersangka Baru Korupsi Asuransi Jasindo

Asuransi Jasindo

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengembangkan kasus korupsi pembayaran komisi kegiatan fiktif agen PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dalam pengadaan asuransi minyak dan gas BP Migas-KKKS pada 2010-2012 dan 2012-2014. Kini, lembaga antikorupsi menjerat tersangka baru hasil pengembangan kasus yang sebelumnya menjerat Mantan Dirut Jasindo (2008-2013) Budi Tjahjono.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri tak membantah adanya tersangka baru kasus tersebut. Namun, Ali belum mau mengungkap sosok tersangka baru tersebut.

“Saat ini sedang dilakukan penyidikan oleh KPK dalam perkara dugaan TPK terkait dengan jasa konsultasi bisnis Asuransi dan Reasuransi Oil dan Gas pada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) tahun 2008 s/d 2012. Proses penyidikan saat ini sedang berjalan dan pihak yang ditetapkan sebagai tersangka akan kami umumkan bersamaan dengan penangkapan atau penahanannya,” ucap Ali Fikri, dalam keterangannya, Selasa (24/11/2020).

Budi diketahui telah divonis 7 tahun penjara lantaran terbukti melakukan korupsi, yakni  memperkaya diri sendiri, orang lain dan korporasi. Budi diperkaya Rp 6 miliar dan US$ 462.795.

Dalam perkara tersebut, Budi terbukti merekayasa kegiatan agen dan komisi yang diberikan kepada agen PT Asuransi Jasindo. Hal itu dilakukan sebagai imbalan jasa kegiatan agen atas penutupan asuransi aset dan kontruksi pada BP Migas-KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) tahun 2010-2012 dan 2012-2014.

Perbuatan Budi dilakukan dengan cara PT Asuransi Jasindo sebagai konsorsium seolah-olah menggunakan jasa agen, KM Iman Tauhid. Sedangkan dalam pengadaan jasa aset industri, Sumur dan aset LNG BP Migas-KKKS tahun 2012-2014, dan penutupan konsorsium asuransi proyek konstruksi KKKS 2012-2014, PT Asuransi Jasindo seolah-olah menggunakan jasa agen Supomo Hidjazie.

Dalam putusan majelis hakim terhadap Budi turut disebut perbuatan korupsi itu memperkaya Mantan Dirkeu dan Investasi PT Jasindo Solihah sebesar US$198.340; Kiagus Emil Fahmy Cornain, selaku orang kepercayaan Kepala BP Migas sebesar Rp 1,3 miliar; dan Soepomo Hidjazie selaku Direktur PT Bravo Delta Persada (tahun 2008-2012 agen Asuransi Jasindo) sebesar US$137.000.

Ali enggan mengungkap saat disinggung apakah tersangka baru itu merupakan pihak-pihak yang disebutkan dalam putusan Budi tersebut. Dia juga belum mau merinci konstruksi kasus para tersangka tersebut.

“Informasi secara spesifik terkait perkara ini belum bisa kami sampaikan namun┬ásebagaimana amanat UU KPK, perkembangan perkara ini akan selalu kami sampaikan kepada publik secara transparan dan akuntabel,” ujar Ali.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

KPK Periksa 9 Saksi Korupsi Proyek Stadion Mandala Krida Yogyakarta

Read Next

Sebut Kabareskrim, Napoleon Dapat Restu Azis Syamsuddin Cek Red Notice Djoko Tjandra