26 September 2020, 12:36

KPK Tetapkan Tersangka Baru Hasil Pengembangan Perkara Adik Zulkifli Hasan

dok KPK

dok KPK

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pengembangan perkara dugaan suap yang berhubungan dengan proyek-proyek infrastruktur di Lampung Selatan (Lamsel). Pengembangan kasus suap yang sebelumnya menjerat mantan Bupati Lampung Selatan Zainuddin Hasan ini menyeret tersangka baru.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri tak membantah pihaknya telah menetapkan tersangka baru dalam proses pengembangan kasus tersebut. Namun, Ali saat ini belum mauemgungkap secara gamblang kasus mapun pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami saat ini belum dapat menyampaikan detail pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka karena sebagaimana telah kami sampaikan bahwa kebijakan Pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat penangkapan atau penahanan telah dilakukan,” ucap Ali Fikri, Senin (13/7/2020).

Ali mengklaim saat ini Tim penyidik KPK sedang melakukan pengumpulan alat bukti terkait kasus tersebut. Salah satu upaya dilakukan dengan melakukan serangkaian penggeledahan di sejumlah tempat pada hari ini. Di antara tempat yang digeledah yakni Kantor Bupati Lampung Selatan dan Kantor Dinas PUPR Lampung Selatan.

“Tim penyidik KPK melakukan kegiatan penggeledahan di beberapa tempat di Lampung Selatan (Lamsel), antara lain kantor Bupati Lamsel dan kantor dinas PUPR Lampung Selatan,” ujar Ali.

Dari penggeledahan tersebut, tim penyidik KPK mengamankan beberapa dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara yang dimaksud. “Barang yang sudah diamankan antara lain dokumen-dokumen yang berhubungan dengan dugaan tindak pidana korupsi yang sedang dilakukan penyidikan saat ini dan akan dilakukan penyitaan setelah mendapatkan ijin dari Dewas KPK,” tutur Ali.

Mantan Bupati Lampung Selatan Zainuddin Hasan diketahui terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Lampung Selatan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Atas perbuatannya, Zainuddin dihukum 12 tahun penjara.

Selain adik Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, kasus ini juga menjerat mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan Anjar Asmara, Anggota DPRD Provinsi Lampung Agus Bhakti Nugroho dan pihak swasta Direktur Utama CV 9 Naga Gilang Ramadan.

Terkait kasus, Zainudin diduga menerima uang suap senilai total Rp 599 Juta dari pihak swasta/pengusaha terkait proyek insfrastruktur di Dinas PUPR Pemkab Lampung Selatan.

Pemberian ‘uang pelumas’ tersebut dilakukan melalui orang-orang dekat Bupati seperti Kepala Dinas dan anggota DPRD yang bertindak sebagai pengumpul dana. Diduga komitmen fee awal sekitar 10% hingga 17% dengan nilai proyek sebesar Rp 2,8 miliar.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Data Telkomsel Bobol: Rekruitmen Komisaris, Direksi & Karyawan BUMN Musti Libatkan BPIP dan BIN

Read Next

Bupati Pemalang Harus Beri Perhatian Khusus Kecamatan Zona Merah Covid-19