27 September 2020, 22:01

KPK Segel Sejumlah Aset Buron Eks Sekretaris MA Nurhadi

dok KPK

dok KPK

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel sejumlah aset yang diduga milik mantan Sekretaris MA Nurhadi. Sejumlah aset yang telah disegel itu saat ini sedang dipelajari lebih lanjut oleh penyidik lembaga antikorupsi.

Penyegelan itu mencuat setelah tim KPK mengeledah sebuah villa di Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Selain villa di Ciawi, Bogor, Jawa Barat, sejumlah aset kekayaan yang disegel itu diantaranya beberapa motor gede, dan empat mobil mewah.

KPK juga dikabarkan telah memblokir rekening milik Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono. Aset-aset itu diduga berkaitan dengan suap dan gratifikasi yang menjerat Nurhadi.

Terkait aset itu, KPK memanggil advokat Hardja Karsana Kosasih, Rabu (20/5/2020). Kosasih dipanggil untuk menandatangani berita acara penyitaan dokumen terkait aset milik Nurhadi.

“Yang bersangkutan hadir dalam rangka penandatanganan Berita Acara (BA) penyitaan barang bukti sejumlah dokumen terkait asset-aset yang di duga milik tersangka NHD (Nurhadi),” ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

Dikatakan Ali, dokumen tersebut akan dipelajari lebih lanjut oleh penyidik. Saat ini, kata Ali, sejumlah aset yang diduga milik Nurhadi itu sudah disegel KPK.

“Dokumen tersebut akan dipelajari lebih lanjut untuk memastikan ada hubungannya dengan tersangka Nurhadi. Saat ini kan masih di segel,” kata Ali.

Dalam perkara kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA), KPK telah menetapkan tiga tersangka. Ketiganya yakni Nurhadi, serta menantunya Rezky Herbiyono dan Hiendra Soenjoto. 

Nurhadi dijerat sebagai tersangka karena yang bersangkutan melalui Rezky Herbiono, diduga telah menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar.

Tercatat ada tiga perkara sumber suap dan gratifikasi Nurhadi, pertama perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara, kedua sengketa saham di PT MIT, dan ketiga gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan.

Rezky selaku menantu Nurhadi diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT dari Direkut PT MIT Hiendra Soenjoto untuk mengurus perkara itu. Cek itu diterima saat mengurus perkara PT MIT vs PT KBN.

Kini ketiganya menjadi buron. Ketiganya juga sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) lantaran kerap mangkir saat dipanggil baik sebagai saksi maupun tersangka.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Terbukti Terima Suap, Jaksa Kejari Yogyakarta Divonis 4 Tahun Penjara

Read Next

Relawan HMTHK Pemalang Salurkan Bantuan Bagi Tenaga Pemulasaraan Covid-19