26 September 2020, 11:51

KPK Periksa Menantu Eks Sekretaris MA Nurhadi

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Rezky Herbiono, Kamis (19/12/2019). Menantu mantan Sekretaris MA Nurhadi itu diperiksa dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi yang berkaitan dengan pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati mengatakan, Rezky Herbiono dijadwalkan diperiksa sebagai sakai untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Hiendra Soenjoto (HS). “Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HS,” ujar Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi.

Selain Rezky Herbiono, penyidik juga memanggil beberapa saksi lainnya. Yakni, Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama Medan Hilman Lubis; seorang PNS, Bahrain Lubis; dua pihak swasta, Iwan Cendekia Liman dan Hendra Widodo Juwono; serta mantan General Manager Regional IV Heri Purwanto.

“Mereka juga diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka HS,” kata Yuyuk.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan Nuhadi, menantu Nurhadi bernama Rezky Herbiyono, dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.

Nurhadi dan menantunya Rezky dalam perkara ini diduga menerima suap dan gratifikasi dengan total Rp 46 miliar terkait pengurusan perkara di MA tahun 2011-2016. Diduga Nurhadi dan menantunya menerima uang dari Hiendra Soenjoto terkai pengurusan dua perkara perdata di MA.

Pertama, melibatkan PT Multicon Indrajaya Terminal melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero). Kemudian, terkait pengurusan perkara perdata sengketa saham di PT MIT dengan menerima Rp 33,1 miliar.

Terkait gratifikasi, Nurhadi melalui menantunya Rezky dalam rentang Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima sejumlah uang dengan total sekitar Rp12,9 miliar. Diduga gratifikasi itu terkait dengan penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

Atas perbuatannya, Hiendra disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara Nurhadi dan Rezky lantas disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Komisi II: Kurangnya Anggaran Tak Kurangi Kualitas Pilkada 2020

Read Next

Wamenkeu Berharap Mou LMAN Dilaksanakan Kredibel