11 April 2021, 11:05

KPK Jebloskan Tersangka Gubernur Sulsel ke Rutan Pomdam Jaya Guntur

Rutan Guntur

daulat.co – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah dijebloskan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke jeruji besi, Minggu (28/2/2021). Gubernur asal PDIP sekaligus tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi itu ditahan usai diperiksa intensif tim penyidik lembaga antikorupsi.

Ketua KPK, Firli Bahuri mengatakan, Nurdin Abdullah ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur. Sementara dua tersangka kasus ini, yakni Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (Sekdis PU) Pemprov Sulsel, Edy Rahmat Edy  ditahan di Rutan KPK Kavling C1 dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto ditahan di Rutan Gedung Merah Putih.

“NA (Nurdin Abdullah) ditahan di Rutan Cabang KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur; ER (Edy Rahmat) ditahan di Rutan Cabang KPK pada Kvling C1; AS (Agung Sucipto) ditahan  di Rutan Cabang KPK pada Gedung Merah Putih,” ucap Firli.

Ketiga tersangka perkara dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021 itu ditahan untuk 20 hari pertama.

Sebelum mendekam di sel tahanan masing-masing, ketiga tersangka menjalani isolasi mandiri di Rutan KPK Kavling C1. Hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di lingkungan Rutan KPK, para Tersangka akan dilakukan isolasi mandiri di Rutan KPK Kavling C1,” ujar Firli.

Nurdin sendiri memilih irit bicara soal kasus yang menjeratnya. Dia hanya mengaku kaget saat mengetahui Edy Rahmat yang merupakan orang kepercayannya menerima suap dari Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB) Agung Sucipto. Nurdin pun menyatakan ikhlas menjalani proses hukumnya di KPK.

“Saya ikhlas menjalani proses hukum. Ya saya mohon maaf (untuk masyarakat Sulsel),” tutur Nurdin sebelum memasuki mobil tahanan KPK.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Hindari Perdebatan Tak Produktif di Medsos, Saatnya Kembali ke DNA Muhammadiyah

Read Next

Dari Kontraktor, Gubernur Nurdin Diduga Terima Suap & Gratifikasi Hingga Rp 5,4 Miliar