KPK Jebloskan Bos Grup Tjokro ke Bui

daulat.co – Bos Grup Tjokro, Kurniawan Eddy Tjokro akhirnya dijebloskan ke jeruji besi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (26/3/2019). Tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel ini ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur.

“KET (Kurniawan Eddy Tjokro alias Yudi Tjokro) ditahan 20 hari pertama di Rutan cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur,” ucap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Kurniawan merupakan satu-satunya tersangka yang tidak turut dibekuk saat tim Satgas menangkap Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel Wisnu Kuncoro dan sejumlah pihak lain dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (22/3/2019) lalu. Sebelum ditahan, Tersangka pemberi suap kepada Wisnu ini menyerahkan diri kepada KPK sempat menjalani pemeriksaan selama sekitar enam jam.

KPK menghargai sikap koperatif Kurniawan dengan menyerahkan diri. KPK berharap Kurniawan terbuka membeberkan kasus suap yang menjeratnya.

Kurniawan yang mengenakan rompi tahanan dan tangan diborgol memilih bungkam saat awak media mengkonfirmasi sejumlah pertanyaan. Termasuk soaln dugaan suap kepada Wisnu.

Sebelumnya, KPK menetapkan Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di Krakatau Steel. Tak hanya Wisnu status tersangka juga disematkan KPK terhadap tiga orang lainnya, yakni Presdir PT Grand Kartech, Kenneth Sutardja; bos Tjokro Group, Kurniawan Eddy Tjokro dan seorang swasta lainnya bernama Alexander Muskitta.

Penetapan tersangka itu dilakukan KPK setelah memeriksa intensif para pihak yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta dan kawasan BSD, Tangerang Selatan, Jumat (22/3/2019) kemarin.

Dugaan suap ini bermula saat Direktorat Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel yang dipimpin Wisnu Kuncoro merencanakan kebutuhan barang dan peralatan masing-masing senilai Rp 24 miliar dan Rp 2,4 miliar. Alexander kemudian menawarkan sejumlah rekanan untuk menggarap proyek tersebut dan disetujui Wisnu Kuncoro.

Alexander juga menyepakati commitment fee dengan rekanan yang disetujui untuk ditunjuk, yakni PT Grand Kartech dan Group Tjokro  senilai 10 persen dari nilai kontrak. Alexander bahkan diduga bertindak mewakili dan atas Wisnu sebagai Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel.

Alexander selanjutnya meminta Rp 50 juta kepada Kenneth Sutardja dan Rp 100 juta kepada Kurniawan Eddy Tjokro. Atas permintaan tersebut, Alex menerima cek Rp 50 juta dari Kurniawan Eddy Tjokro yang kemudian disetorkannya ke bank.

Tak hanya itu, Alexander juga menerima uang US$ 44 ribu dan Rp 45 juta dari Kenneth Sutardja. Kemudian uang itu disetorkan ke rekening Alexander Muskitta.

Alexander selanjutnya pada Jumat (22/3/2019) menyerahkan uang Rp 20 juta kepada Wisnu Kuncoro di kedai kopi di daerah Bintaro, Tangerang Selatan. Setelah transaksi itu, Wisnu dan sejumlah pihak lainnya diamankan petugas KPK dan diboyong ke gedung KPK.

(Rangga Tranggana)