24 November 2020, 22:55

KPK Isyaratkan Jerat Tersangka Baru Korupsi Asuransi Jasindo

Asuransi Jasindo

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan mengembangkan kasus korupsi pembayaran komisi kegiatan fiktif agen PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dalam pengadaan asuransi minyak dan gas BP Migas-KKKS pada 2010-2012 dan 2012-2014. Mengingat masih ada sejumlah pihak yang diuntungkan dari korupsi tersebut, salah satunya mantan Dirkeu dan Investasi PT Jasindo Solihah.

Ihwal pengembangan kasus yang baru menjerat Mantan Dirut Jasindo (2008-2013) Budi Tjahjono itu dipastikan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. Pasalnya dalam putusan hakim terhadap Budi, turut disebut perbuatan korupsi itu memperkaya Mantan Dirkeu dan Investasi PT Jasindo Solihah sebesar US$198.340.

Kemudian Kiagus Emil Fahmy Cornain, selaku orang kepercayaan Kepala BP Migas sebesar Rp 1,3 miliar; dan Soepomo Hidjazie selaku Direktur PT Bravo Delta Persada (tahun 2008-2012 agen Asuransi Jasindo) sebesar US$137.000.

Budi sendiri telah divonis 7 tahun penjara lantaran terbukti melakukan korupsi, yakni  memperkaya diri sendiri, orang lain dan korporasi. Budi diperkaya Rp 6 miliar dan US$ 462.795.

“KPK memastikan akan melakukan pengembangan perkara terkait perkara jasa konsultansi bisnis asuransi dan reasuransi oil&gas pada PT Asuransi Jasa Indonesia tersebut,” ungkap Ali kepada wartawan, Rabu (11/10/2020).

Dikatakan Ali, pihaknya segera mengumpulkan dan menguatkan bukti untuk mengembangkan perkara ini dan mengusut aliran uang haram rasuah tersebut. Tak menutup kemungkinan lembaga antikorupsi menjerat tersangka baru, termasuk menjerat pihak-pihak yang turut diperkaya dari korupsi tersebut.

“Saat ini fakta-fakta dan alat bukti akan segera kami kumpulkan,” ujar Ali.

Dalam perkara ini, Budi terbukti merekayasa kegiatan agen dan komisi yang diberikan kepada agen PT Asuransi Jasindo. Hal itu dilakukan sebagai imbalan jasa kegiatan agen atas penutupan asuransi aset dan kontruksi pada BP Migas-KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) tahun 2010-2012 dan 2012-2014.

Perbuatan Budi dilakukan dengan cara PT Asuransi Jasindo sebagai konsorsium seolah-olah menggunakan jasa agen, KM Iman Tauhid. Sedangkan dalam pengadaan jasa aset industri, Sumur dan aset LNG BP Migas-KKKS tahun 2012-2014, dan penutupan konsorsium asuransi proyek konstruksi KKKS 2012-2014, PT Asuransi Jasindo seolah-olah menggunakan jasa agen Supomo Hidjazie.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Cawe-cawe Pilkada Serentak 2020, 362 ASN Dijatuhi Sanksi Tegas

Read Next

Jadi Tersangka, Eks Anggota DPR Irgan Chairul Mahfiz Dijebloskan ke Bui