KPK Dalami Pengadaan Mesin Lewat GM Rolling Mill Krakatau Steel

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mendampingi Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan dalam gelar jumpa pers terkait OTT KPK pada hari Selasa di Jambi dan Jakarta (Foto: Dedy Istanto/daulat.co)
Juru bicara KPK, Febri Diansyah mendampingi Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan dalam gelar jumpa pers terkait OTT KPK pada hari Selasa di Jambi dan Jakarta (Foto: Dedy Istanto/daulat.co)

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa General Manager Rolling Mill PT Krakatau Steel (Persero), M. Banampera sebagai saksi kasus suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Krakatau Steel, Selasa (16/4/2019). Banampera dimintai keterangan sebagai saksi untuk melengkapi berkas tersangka Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, penyidik mengkonfirmasi keterangan Banampera terkait pengadaan mesin-mesin di PT Krakatau Steel. “Penyidik mengkonfirmasi keterangan saksi terkait pengadaan mesin-mesin di PT KS,” ujar Febri.

Selain Wisnu, KPK juga telah menjerat tiga tersangka lain dalam kasus ini. Ketiga tersangka itu yakni Presiden Direktur PT Grand Kartech (KRAH), Kenneth Sutardja, Petinggi Tjokro Group, Kurniawan Eddy Tjokro, dan seorang swasta, Alexander Muskitta.

Dalam kasus ini, Wisnu dan Alexander diduga sebagai pihak penerima suap dari Kenneth Sutardja dan Kurniawan Eddy Tjokro. Saat itu diduga Alexander bertindak mewakili dan atas nama Wisnu sebagai Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel. Wisnu melalui Alexander diduga menerima suap sebesar Rp 115 juta dan USD 4 ribu.

Wisnu melalui Alexander diduga mengatur perusahaan pemenang proyek pada Direktorat Teknologi dan Produksi Krakatau Steel. Pada tahun 2019 ini, Direktorat itu merencanakan kebutuhan barang dan peralatan dengan nilai masing-masing Rp 24 miliar dan Rp 2,4 miliar.

PT. Grand Kartech Tbk diketahui merupakan perusahaan teknik dan manufaktur yang merancang, peralatan bangunan, dan mesin untuk beberapa sektor industri. Grand Kartech menawarkan beberapa produk boiler, seperti HOKEN Boiler dan Primatron Boiler.

Disebut-sebut kebutuhan barang dan peralatan pada 2019 itu yakni kontainer dan boiler untuk Pabrik Blast Furnace milik PT Krakatau Steel (Persero). Kendati proyek pengadaan barang dan jasa di Krakatau Steel tahun 2019 itu belum berjalan, KPK menduga sudah ada penerimaan uang dan adanya komitmen fee 10 persen dari proyek tersebut.

(Rangga Tranggana)