11 April 2021, 11:40

KPK Dalami Aliran Uang Korupsi Nurdin Abdullah ke Partai

Penyidik KPK menunjukkan barang bukti yang berhasil diamankan dari OTT terhadap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Minggu 28 Februari 2021 (Rangga Tranggana/daulat.co)

Penyidik KPK menunjukkan barang bukti yang berhasil diamankan dari OTT terhadap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Minggu 28 Februari 2021 (Rangga Tranggana/daulat.co)

daulat.co – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata memastikan pihaknya bakal mendalami uang korupsi Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. Baik itu asal muasal maupun aliran uang ke sejumlah pihak.

Dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulawesi Selatan Tahun 2018, pasangan Nurdin dan Andi Sudirman Sulaiman diketahui diusung oleh PDIP, PKS, dan PAN. Alex tak menampik pihaknya bakal menelusuri uang korupsi Nurdin ke partai.

“Lagi di dalami, masih sedang didalami, jadi sejauh ini uang itu kan diterima dari pelaksanaan proyek. Dan belum ditelusuri lebih lanjut uang itu lari ke mana,” ungkap Alex, sapaan Alexander Marwata, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (2/3/2021).

“Biar itu menjadi tugas penyidik untuk mendalami uang itu untuk apa saja, apakah misalnya lari karena biaya kampanyenya sangat besar, dia dapat sponsor dari pengusaha lokal setempat,” ditambahkan Alex.

KPK menetapkan Nurdin sebagai tersangka atas dugaan menerima suap dan gratifikasi. Saat menetapkan Nurdin, Sekretaris Dinas PUPR Provinsi Sulsel Edy Rahmat, dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba Agung Sucipto sebagai tersangka, KPK menyebut Nurdin nersama Edy menerima suap sebesar Rp 2 miliar dari Agung dan gratifikasi sebanyak Rp 3,4 miliar. 

Penetapan tersangka ketiganya merupakan buntut dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Jumat 26 Februari 2021 malam, di Sulsel. Namun, KPK belum merinci lebih lanjut terkait pemberi gratifikasi itu.

Alex meyakini tim penyidik akan menyelisik dan menemukan bukti soal sumber dan aliran uang yang diterima Nurdin. Dikatakan Alex, tim penyidik akan mendalami sumber dan aliran uang tersebut. Termasuk pendalaman adanya dugaan aliran uang tersebut digunakan Nurdin untuk membayar utang untuk kepentingan kampanye pilkada kepada pihak swasta.

“Sehingga merasa punya kewajiban untuk membayar utang itu tadi dengan berikan kontrak proyek kepada rekanan yang mungkin mendukungnya atau tim kampanye yang bersangkutan,” ujar Alex.

Tim penyidik, sambung Alex, akan memberikan bukti tersebut kepada tim jaksa penuntut umum (JPU) untuk menguatkan dakwaan di proses persidangan. “Semua pasti akan didalami di tingkat penyidikan. Kami belum tahu detil seberapa besar yang bersangkutan menerima uang dan untuk apa uang tersebut. Pasti nanti akan terungkap di persidangan,” tandas Alex.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Eks Sekretaris MA Nurhadi Dituntut 12 Tahun Bui

Read Next

Lantik Pengurus Baru, Bupati Agung Minta Badan Kesenian Angkat Seni Budaya Pemalangan