13 July 2020, 10:50

KPK Dalami Aliran Dana Suap Imam Nahrawi Lewat Politikus PKB Jazilul Fawaid

Gedung KPK

Gedung KPK

daulat.co – Anggota DPR dari Fraksi PKB, Jazilul Fawaid diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (13/1/2020). Jazilul diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pengurusan dana hibah dari pemerintah kepada KONI melalui Kempora yang menjerat mantan Menpora, Imam Nahrawi.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri mengatakan, Jazilul memenuhi panggilan pemeriksaan. Dalam pemeriksaan terhadap Wakil Ketua MPR itu, tim penyidik mendalami mengenai aliran dana terkait kasus suap itu. Pun demikian, Ali masih enggan merinci lebih jauh mengenai aliran dana tersebut.

“Terkait dengan aliran uang,” ucap Ali Fikri, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (13/1/2020) malam.

Pada Jumat (10/1/2020), tim penyidik menjadwalkan memeriksa anggota DPR dari Fraksi Demokrat, Teuku Riefky Harsya. Akan tetapi, Teuku Riefky mangkir atau tak memenuhi panggilan penyidik KPK.

Imam dan asisten pribadinya, Miftahul Ulum sebelumnya telah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan dana Hibah KONI dan dugaan penerimaan gratifikasi. Dalam kasus ini, Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum diduga menerima uang sejumlah Rp 14,7 miliar dalam rentang 2014-2018.

Selain itu, Imam Nahrawi dalam rentang waktu 2016-2018 diduga juga meminta uang sejumlah total Rp 11,8 miliar. Jika ditotal, Imam diduga menerima Rp 26,5 miliar yang diduga merupakan commitment fee.

Yakni atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora TA 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora. Diduga uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Menpora Berharap Pencak Silat Masuk Olimpiade

Read Next

Dirjen PHU: PLHUT Wujudkan Layanan Haji Sistem Satu Pintu