13 July 2020, 11:47

KPK Bongkar Praktik Suap THR Rektor UNJ ke Anak Buah Mendikbud

dok KPK

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan kegiatan tangkap tangan di lingkungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada Rabu tanggal 20 Mei 2020. Dari oprasi tangkap tangan itu diamankan Kabag Kepegawaian Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan barang bukti berupa uang sebesar USD 1.200 dan Rp 27.500.000.

Demikian disampaikan Deputi Penindakan KPK, Karyoto melalui pesan singkat, Kamis (21/5/2020). Diduga suap itu untuk Tunjangan Hari Raya (THR) untuk pejabat di Kemendikbud.

“Kegiatan berawal dengan adanya bantuan dan informasi dari pihak Itjen Kemendikbud kepada KPK perihal dugaan akan adanya penyerahan sejumlah uang yang diduga dari pihak Rektor UNJ kepada pejabat di Kemendikbud. Selanjutnya tim KPK bersama dengan tim Itjen Kemendikbud menindaklanjuti informasi tersebut dan kemudian diamankan Dwi Achmad Noor (Kabag Kepegawaian UNJ) beserta barang bukti berupa uang sebesar USD 1.200 dan Rp 27.500.000,” kata Karyoto.

Karyoto lebih lanjut menjelaskan kronologi tangkap tangan tersebut. Rektor UNJ Komarudin, kata Ali, sekitar tanggal 13 Mei 2020 di duga telah meminta kepada Dekan Fakultas dan Lembaga di UNJ untuk mengumpulkan uang THR masing-masing Rp 5 juta melalui Dwi Achmad Noor (Kabag Kepegawaian UNJ).

Menurut Karyoto, THR tersebut rencananya akan diserahkan kepada Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Kemendikbud dan beberapa staf SDM di Kemendikbud.

“Pada tanggal 19 Mei 2020 terkumpul uang sebesar Rp 55 juta dari 8 Fakultas, 2 Lembaga Penelitian dan Pascasarjana,” ujar Karyoto.

Pada tanggal 20 Mei 2020, sambung Karyoto, Dwi Achmad Noor membawa uang Rp 37.000.000 ke kantor Kemendikbud. Uang itu selanjutnya diserahkan kepada Karo SDM Kemendikbud sebesar Rp 5 juta, Analis Kepegawaian Biro SDM Kemendikbud sebesar Rp 2,5 juta serta Parjono dan Tuti (staf SDM Kemendikbud) masing-masing sebesar Rp 1 juta.

“Setelah itu Dwi Achmad Noor diamankan tim KPK dan Itjen Kemendikbud,” kata Karyoto.

Selanjutnya, kata Karyoto, KPK melakukan serangkaian permintaan keterangan terhadap sejumlah pihak. Yakni, Rektor UNJ, Komarudin; Kabag Kepegawaian UNJ, Dwi Achmad Noor; Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ, Sofia Hartati.

Selain itu turut diperiksa juga anak buah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yakni Analis Kepegawaian Biro SDM Kemendikbud, Tatik Supartiah; Karo SDM Kemendikbud; Diah Ismayanti; serta dua Staf SDM Kemendikbud bernama Dinar Suliya dan Parjono.

Meski demikian, kasus dugaan suap itu selanjutnya diserahkan kepada Kepolisian RI. KPK pun menghimbau kepada penyelenggara negara untuk tidak melakukan korupsi dan atau menerima gratifikasi, terlebih dalam situasi prihatin saat ini dengan adanya musibah wabah covid 19.

“Bahwa setelah dilakukan permintaan keterangan, belum ditemukan unsur pelaku penyelenggara negara sehingga selanjutnya dengan mengingat kewenangan, tugas pokok dan fungsi KPK maka KPK melalui unit Koordinasi dan Supervisi Penindakan menyerahkan kasus tersebut kepada Kepolisian RI untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum,” tutur Karyoto.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Warga Sugihwaras Digegerkan Dengan Penemuan Mayat di Dermaga Tanjungsari

Read Next

Jelang Lebaran, Diskoperindag Pemalang Pastikan Harga Pangan Stabil