9 August 2020, 15:46

Korupsi PUPR, KPK Tahan Komisaris PT Sharleen Raya Hong Artha

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Komisaris PT. Sharleen Raya, JECO Group, Hong Arta John Alfred, Senin (27/7/2020). Hong Arta ditahan di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang KPK di Gedung Merah Putih.

Hong Artha ditahan selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 27 Juli 2020 sampai dengan tanggal 15 Agustus 2020.

Dia ditahan usai menjalani pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji terkait pelaksanaan pekerjaan proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sebelum dilakukan penahanan, Hong Arta John Alfred sudah menjalani protokol kesehatan dalam rangka mitigasi penyebaran wabah Covid 19.

“Untuk kepentingan penyidikan, KPK melakukan penahanan tersangka HA (Hong Arta John Alfred) Direktur dan Komisaris PT SR (PT. Sharleen Raya, JECO Group),” ucap Wakil Ketua KPK Lili Pintauli.

Hong Artha merupakan tersangka ke-12 dalam kasus ini. Sebelumnya KPK telah menetapkan 11 orang lainnya sebagai tersangka terkait pelaksanaan pekerjaan dalam program pembangunan infrastruktur di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun anggaran 2016.

Hong Artha diduga memberikan suap kepada Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary senilai Rp 10,6 miliar dan juga memberikan suap kepada mantan anggota DPR RI 2014-2019 dari Fraksi PDIP Damayanti Wisnu Putranti sebesar Rp 1 miliar.

Terkait kasus itu, Amran telah divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 800 juta subsider 4 bulan kurungan karena menerima Rp 2,6 miliar, Rp 15,525 miliar, dan 202.816 dolar Singapura.

Sementara itu, Damayanti juga telah divonis 4,5 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan karena terbukti menerima 278.700 dolar Singapura dan Rp 1 miliar.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Antisipasi OTG Terpapar Corona, Perumda PDAM Tirta Mulia Kembali Gelar Rapid Test

Read Next

Mbah Joyo Dimerto Muncang, Mediator Eyang Bahurekso & Pangeran Benowo