29 October 2020, 08:29

Korupsi Proyek Bakamla, Dirut PT CMIT Dituntut 7 Tahun Bui

dok KPK

dok KPK

daulat.co – Direktur Utama PT CMI Teknologi, Rahardjo Pratjihno dituntut dengan hukuman 7 tahun pidana penjara atau bui. Rahardjo Pratjihno juga dituntut dengan hukuman denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan.

Rahardjo juga dituntut hukuman tambahan berupa kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 60,329 miliar sesuai dengan hasil tindak pidana yang dinikmatinya. Jaksa akan menyita dan melelang harta benda Rahardjo jika tidak membayar uang pengganti dalam waktu sebulan sesudah putusan pengadilan mempunyai kekuatan hukum  tetap.

“Dan jika tidak mempunyai harta benda yang cukup, maka diganti dengan pidana  penjara selama 3 tahun,” ucap Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPU KPK) saat membacakan surat tuntutan terhadap Rahardjo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (2/10/2020).

Menurut jaksa, Rahardjo terbukti bersalah telah melakukan tindak korupsi terkait proyek Backbone Coastal Surveillance System yang terintegrasi dengan Bakamla Integrated Information System secara bersama-sama dengan Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi selaku staf khusus Kepala Bakamla; Bambang Udoyo selaku PPK, Leni Marlena selaku Ketua ULP serta Juli Amar Ma’ruf selaku koordinator ULP Bakamla.

Tindak pidana korupsi tersebut dinilai merugikan keuangan negara sebesar Rp 63,829 miliar serta memperkaya Rahardjo sebesar Rp 60,329 dan Ali Fahmi sebesar Rp 3,5 miliar.

“Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp 600 juta,  dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti  dengan pidana kurungan selama 6 bulan,” kata Jaksa.

Dalam menjatuhkan tuntutan, Jaksa mempertimbangkan  hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Untuk hal yang memberatkan, Jaksa menilai perbuatan Rahardjo tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan dan pencegahan tindak pidana korupsi.

Rahardjo juga tidak merasa bersalah dan memberikan keterangan berbelit-belit dalam persidangan. Rahardjo juga dinilai tidak mempunyai itikad baik mengembalikan hasil tindak pidana korupsi yang telah dinikmatinya.

“Hal meringankan, terdakwa sudah berusia lanjut, belum pernah dihukum dan mempunyai tanggungan keluarga,” tutur jaksa.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Wiku: Penerapan PSBM Terbukti Tekan Penyebaran COVID-19

Read Next

“Santri Sehat Indonesia Kuat” Tema Yang Diusung Hari Santri 2020