29 October 2020, 09:55

Korupsi Jiwasraya, Benny Tjokro dan Heru Hidayat Dituntut Hukuman Seumur Hidup

daulat.co – Komisaris Utama PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman seumur hidup dan denda Rp 5 miliar subsider 1 tahun kurungan. Heru juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 10.728.783.375.000.

Demikian terungkap saat Jaksa membacakan surat tuntutan Heru Hidayat di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (15/10/2020). Sementara itu, Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro juga dituntut hukuman seumur hidup dan denda Rp 5 miliar subsider 1 tahun kurungan. Benny Tjokrosaputro juga dituntut membayar uang pengganti sejumlah Rp 6.078.500.000.000.

Menurut Jaksa, Heru dan Benny bersama sejumlah pihak lain terbukti bersalah telah melakukan korupsi terkait pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya. Jaksa juga meyakini Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro telah melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Heru dan Benny diyakini jaksa melanggar Pasal 2 Ayat 1 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Benny dan Heru juga melanggar Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Menuntut supaya dalam perkara ini majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang mengadili untuk memutuskan: Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan tindak pencucian uang,” ungkap jaksa.

Dikatakan Jaksa, Benny Tjokro dan Heru Hidayat bekerja sama dalam korupsi ini. Jaksa meyakini bahwa Benny dan Heru terbukti bekerjasama mengendalikan saham dengan cara tidak wajar.

“Terdakwa Heru Hidayat bersama saudara Benny Tjokro melakukan kesepakatan dengan menjual membeli saham untuk menaikan harga saham-saham tertentu seperti SMRU, IKP, Tram, MRYX dengan mengendalikan saham dikendalikan oleh orang Heru Hidayat dan Benny Tjokro sehingga harga saham mengalami kenaikan seolah-olah sesuai permintaan saham yang wajar, padahal diatur pihak-pihak tertentu. Setelah saham-saham itu naik secara tak wajar, kemudian Benny Tjokro dan Heru Hidayat menjual saham itu ke PT AJS (Asuransi Jiwasraya),” ungkap jaksa

Dikatakan Jaksa, negara merugi Rp 16 triliun atas pengendalian saham yang dilakukan Benny Tjokro dkk dan tiga mantan petinggi Jiwasraya, yakni mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman, mantan Dirkeu Jiwasraya Hary Pradetyo, dan mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Syahmirwan.

“Sehingga ditemukan kerugian negara terhadap investasi saham sejumlah Rp 4.650.283.375.000, dan kerugian negara atas investasi reksa dana senilai Rp 12,157 triliun, sehingga total kerugian negara secara keseluruhan 16.807.283.375.000,00 triliun,” ujar jaksa.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta sebelumnya telah menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap 4 terdakwa kasus Jiwasraya. Yakni,  Hendrisman, l Hary Pradetyo,  Syahmirwan dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto. Mereka terbukti melakukan tindak pidana korupsi sehingga merugikan negara hingga Rp 16,8 triliun.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Pengajuan Mobil Dinas Pimpinan KPK Benilai Miliaran Rupiah Dapat Restu DPR RI

Read Next

Bantu Pengembangan Pasar Modal, Ditjen Dukcapil Kemendagri Raih Penghargaan