7 March 2021, 22:19

Komisi X Nilai Program Keahlian SMK Dikaji Ulang

daulat.co – Anggota Komisi X DPR RI Adrianus Asia Sidot menjelaskan bahwa program keahlian yang ada di sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) perlu dikaji ulang. Lulusan SMK idealnya sudah siap mengisi dunia kerja, bahkan menciptakan lapangan kerja baru. Sangat memprihatinkan ketika para lulusan SMK di Jawa Barat (Jabar) justru jadi penyumbang pengangguran terbesar di wilayahnya.

“Saya sedih ternyata lulusan SMK di Jabar penyumbang pengangguran terbesar. Padahal, lulusan SMK diharapkan bisa bekerja secara mandiri,” ucap Adrianus saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi X DPR RI dengan DPRD Jabar, di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Kamis (14/11).

Menurut Adrianus, persoalan pendidikan sebagai persoalan yang kompleks dan pelik. Khusus pendidikan SMK memang harus dilihat kembali secara komprehensif agar produk lulusannya tidak menjadi beban sosial pemerintah. Dan persoalan ini mungkin dialami oleh sebagian wilayah lain di Indonesia. 

Lebih lanjut, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Landak, Kalbar itu, menyampaikan pula bahwa ke depan ada ancaman disrupsi bagi dunia pendidikan, baik di Indonesia maupun dunia. Ini menambah masalah baru selain masalah-masalah klasik pendidikan seperti guru honorer, rekrutmen guru PNS, infrastruktur sekolah, hingga masalah pengangguran. Disrupsi sendiri adalah perubahan berbagai sektor akibat membanjirnya digitalisasi dan internet. Dunia pendidikan nasional harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada.

(Muh Nurrohman)

Read Previous

Komisi X Konsultasi “Omnibus Law” Dengan BKD

Read Next

UU Sisdiknas Perlu Direvisi