Kiai Ma’ruf Tegaskan Pembangunan Infrastruktur Papua Tak Boleh Berhenti

Cawapres Nomor Urut 01 Kiai Ma'ruf Amin (tengah) didampingi keluarga dan Koordinator Media Tim Kampanye Nasional (TKN) Monang Sinaga saat memberi keterangan media di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta.

daulat.co – Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01 Kiai Ma’ruf Amin menegaskan, kasus pembunuhan terhadap 31 pekerja di Papua jangan sampai penyurutkan langkah membangun daerah ujung timur nusantara tersebut.

“Jangan sampau pemerintah berhenti membangun di Papua. Mungkin kalau sementara iya, tapi pemerintah harus melanjutkan karena itu penting dan dalam rangka pemerataan fasilitas kepada masyarakat Papua,” ujar Kiai Ma’ruf saat bertemu Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Hasto Kristiyanto di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta, Kamis (06/12/2018).

Menurut Kiai Ma’ruf, pembangunan di Papua adalah bagian penting dalam pemerataan pembangunan┬ánasional. Dengan membangun Papua, berarti ada langkah nyata dalam menghilangkan kesenjangan atau disparitas antar daerah.

“Yang dilakukan Pak Jokowi sudah bagus. Jangan sampai (kasus pembunuhan pekerja) jadi keraguan untuk melanjutkan pembangunan Papua,” jelasnya.

Dikatakan Kiai Ma’ruf, masalah infrastruktur adalah prombem dalam membangun daerah di ujung timur Indonesia tersebut. Medan dan alam Papua sangat berat, sedangkan potensi alamnya sangat kaya.

Ditanya tentang Operasi Papua Merdeka (OPM), Kiai Ma’ruf menilai istilah bagi OPM hingga kini masih perlu dikaji, apakah pemberontak ataukah masih kelompok kriminal bersenjata (KKB).

“Saya kira untuk mengubah istilah itu ada pengkajian. Kepurusan itu harus dari negara supaya tidak ada perbedaan. Kita serahkan kepada pemerintah untuk memberikan penilaian utuh,” jelasnya.

Ditegaskan Kiai Ma’ruf, dialog dengan kelompok di Papua memang pasti dilakukan. Namun ada batasannya, terutama terkait masalah NKRI.

“NKRI itu kan harga mati, kita sudah ada otobomi khusus Papua. Ini mungkin kurangnya di mana, bisa didialogakan. Tapi ada limitatifnya sepanjang itu dalam kerangkan NKRI,” jelas Kiai Ma’ruf.

(M Sahlan)