22 October 2019, 20:23

Kemenko Polhukam Gelar Workshop Tentang Teknologi 5G

daulat.co – Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) melalui Kedeputian VII Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi, dan Aparatur (Bidkoor Kominfotur) mengadakan workshop tentang pengetahuan dalam bidang teknologi generasi ke 5 (5G), Artificial Intelligence (AI) dan Big Data bagi Pegawai di lingkungan Kemenko Polhukam.

Berkerjasama dengan PT. Huawei Tech Investment, acara One Day Ict Workshop ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan pemahaman melalui Capacity Building terkait masalah cyber security agar memiliki tambahan wawasan di bidang TIK khususnya teknologi terupdate saat ini.

“Urgensi kegiatan ini adalah Kebutuhan peningkatan kapasitas bagi personel di Kemenko Polhukam terkait tatakelola cyberspace dan pemahaman isu cyber security,” ujar Deputi VII Bidkoor Kominfotur Marsekal Muda Rus Nurhadi Sutedjo saat membuka acara di Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/10).

Deputi VII Bidkoor Kominfotur mengungkapkan bahwa dengan berkembangnya teknologi 5G yang diikuti dengan semaraknya ransomewarewannacry, hoaks, peretasan website, pencurian dan penghancuran data e-commerce serta aktivitas teroris, kejahatan transnasional yang menggunakan new mediamaka Kemenko Polhukam yang memiliki core bisnis di bidang keamanan, berkepentingan untuk membangun SDM unggul.

Kemajuan teknologi informasi saat ini telah memberikan manfaat yang besar bagi bidang kehidupan, mulai bidang bisnis, sosial bahkan bidang teknologi yang mempermudah masyarakat melakukan bisnis dan hubungan sosial antara satu dengan yang lain. Dalam bidang ekonomi, kemajuan TIK memberikan banyak kemudahan dan kecepatan dalam melakukan aktivitas perdagangan maupun bisnis.

“Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri yang mana telah menunjukan tanda-tanda munculnya teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan produsen sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi,” jelas Rus Nurhadi.

Pemanfaatan TIK juga untuk membuat layanan baru dalam perekonomian, bisnis dan pemerintahan antara lain e-banking, e-commerce dan e-government.

Selain kemudahan dan kecepatan yang didapat, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang ekonomi ini juga memiliki sisi negatif, di mana banyak penyalahgunaan teknologi dalam melakukan tindak kriminal.

Adapun dampak negatif dari perkembangan TIK dalam bidang ekonomi, misalnya; dengan mudahnya melakukan transaksi di internet menyebabkan akan semakin memudahkan pula transaksi yang dilarang seperti transaksi barang selundupan, banyaknya terjadi kasus penipuan dalam perdagangan online dan lain sebagainya.

“Pada masa jabatan kedua Presiden Jokowi berfokus pada lima program besar. Salah satu diantaranya adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Penekanan pada SDM ini sangat penting mengingat kita saat ini tengah memasuki periode bonus demografi,” paparnya.

Pemanfaatan bonus demografi dihadapkan dengan tantangan perkembangan TIK yang begitu pesat sehingga salah satu fokus adalah bagaimana memanfaatkan populasi umur muda yang dominan dapat menguasai teknologi terutama di bidang TIK di era industri 4.0.

“Kegiatan Capacity Building saat ini, diharapkan kita semua dapat mengikutinya dengan serius yang walaupun hanya 1 hari dan terdiri dari beberapa sesi presentasi dan tanya jawab, diharapkan partisipasi aktif dari kita semua sehingga sasaran yang ingin dicapai dapat terpenuhi,” jelas Rus Nurhadi.

(Muh Nurrohman)

Read Previous

Sertifikasi Halal Bisa Berimplikasi Positif Bagi Ekonomi

Read Next

Soal Negosiasi FIR, Luhut: Tak Ada Masalah Krusial RI-Singapura