Kemenhub Perbaiki Retakan Runway 15 Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu

http://daulat.co/wp-content/uploads/2018/10/Runway-Bandara-Mutiara-SIS-Al-Jufrie-Palu.jpg

daulat.co – Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono menyampaikan bahwa saat ini perbaikan Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu menggunakan grouting injection di runway 15. Menurutnya di runway tersebut, sepanjang 250 m x 45 m terdapat kerusakan yaitu retakan memanjang dan melintang.

“Kerusakan runway sepanjang 250 m yang ada di Runway 15 Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu, sekarang sedang dilakukan perbaikan sementara karena terdapat keretakan,” kata Djoko di Jakarta, Kamis (11/10).

Djoko menjelaskan bahwa rencana awal, perbaikan di runway 15 akan selesai tanggal 10 Oktober 2018 malam sehingga dapat digunakan pada Kamis (11/10) ini dengan panjang runway menjadi 2250 m x 45 m. Namun karena gempa susulan yang terjadi pada Selasa (9/10) lalu sebesar 5.2 SR sebanyak tiga kali, muncul retakan-retakan baru dan perbeedaan tinggi pada runway yang sedang diperbaiki sehingga diperlukan tambahan waktu untuk penyelesaian grouting injection pada celah retakan yang ada.

“Target awal perbaikan diselesaikan pada tanggal 10 Oktober malam, namun karena Selasa 9 Oktober kemarin terdapat gempa susulan maka perbaikan akan memakan waktu lebih. Karena setelah gempa susulan, muncul retakan-retakan baru pada runway yang sedang dilakukan perbaikan. Bahkan ada tempat yang memiliki tinggi berbeda,” ucap Djoko.

Namun setelah ada gempa susulan, lanjut Djoko, pihaknya bersama dengan Tim Pakar Gempa dan Tsunami ITB dan Pusat Gempa Nasional langsung melakukan survey lapangan oleh untuk melihat dampak gempa terhadap fasilitas runway. Sesuai dengan rekomendasi dari Tim Pakar Gempa dan Tsunami ITB dan Pusat Gempa Nasional, kemudian dilakukan loading test menggunakan kendaraan Foam Tender Tipe I dan Tipe II secara bersamaan yang dilakukan pada hari Rabu (10/10) lalu. Hasil dari loading test diperoleh bahwa tidak terdapat pergerakan konstruksi perkerasan yang signifikan, sehingga diperoleh keyakinan bahwa konstruksi dapat dioperasikan secara sementara.

“Setelah gempa susulan, Kemenhub bekerja sama dengan Tim Pakar Gempa Dan Tsunami dari ITB dan Pusat Gempa Nasional untuk melakukan survey. Dari hasil survey muncul rekomendasi untuk melakukan loading test dengan Foam Tender. Kemarin sudah dilakukan, dan hasilnya baik. Sehingga diyakini runway 15 ini dapat dioperasikan untuk sementara,” tutur Djoko.

Untuk itu, Djoko mengingatkan bahwa penambahan waktu penyelesaian akibat bertambahnya jumlah retakan-retakan, maka pengoperasian konstruksi perpanjangan 250m x 45m di runway 15 direncanakan pada hari Jumat tanggal 12 Oktober 2018.

(M Nurrohman)