24 September 2020, 05:55

Kemenag Luncurkan Program Inovasi ‘Gema Zikir’ di NTB

daulat.co – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi meluncurkan program inovasi Kantor Wilayah Kemenag NTB. Program inovasi yang diluncurkan tersebut di namai Gerakan Kementerian Agama Menuju Zona Integritas dan Kepedulian Individu yang Religius (Gema Zikir).

Peluncuran Gema Zikir ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Menag didampinggi Gubernur NTB Zulkiflmansyah dan  Kakanwil Kemenag NTB KH.Zaidi Abdad. Hadir dalam peluncuran Staf Khusus Menteri Agama Jul Efendi dan Kevin Haikal, Sekretaris Menteri Agama Khoirul Huda Basyir, Rektor UIN Mataram, anggota Komisi VIII DPR RI dapil NTB, para tokoh agama, pemuka masyarakat, Forkominda dan segenap ASN Kemenag NTB.

Dalam kesempatan itu Menag menyampaikan apresiasi atas inovasi yang tengah dikembangkan oleh jajaran Kanwil Kemenag. NTB. “Inovasi ini harus terus dikembangkan. Pelayanan di PTSP juga sangat bagus. Terima kasih juga kepada ASN Kemenag NTB yang telah banyak berbuat dan membangun kerukunan umat beragama dan toleransi,” kata Menag di NTB, Rabu (16/09).

“Sekali lagi saya sangat berterima kasih kepada ASN yang berada di lingkungan Kemenag NTB yang sudah menjaga nama baik Kementerian Agama di mata masyarakat,” sambung Menag.

Pada gelaran yang dirangkai dengan pembinaan ASN dan Jagong Masalah Umroh dan Haji (Jamarah) itu, Menag kembali menegaskan bahwa ASN Kemenag itu ibarat baju putih. “Sedikit saja ada noda pasti akan kelihatan. Mari kita pakai baju putih ini dengan hati bersih dan hati-hati,” pesan Menag.

Sementara itu Kakanwil Kemenag NTB KH. Zaidi Abdad dalam laporannya mengatakan salah satu tujuan Gema Zikir ini sebagai gerakan, spirit dan nilai-nilai bersama menuju perubahan ke arah yang lebih baik. Caranya, dengan menginternalisasi budaya kerja Kemenag dalam satu kesatuan yang utuh antara niat, ucapan, tindakan dan kinerja dalam simpul visi bersama menuju Kemenag NTB yang hebat, profesional, bermarwah dan berwibawa.

(Muh Nurrohman)

Read Previous

Update Covid-19 Pemalang Per 17 September: Pasien Positif Jadi 229 Orang, 19 Meninggal Dunia

Read Next

Wamenag Buka Sosialisasi Bimtek Penceramah Bersertifikat