Kembali Ajukan PK, OC Kaligis: Artidjo Alkostar Putusanya Amburadul

OC Kaligis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/3/2019).

daulat.co – OC Kaligis kembali mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Terpidana suap kepada hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan ini mengakui salah satu alasannya mengajukan upaya hukum luar biasa itu lantaran di MA sudah tidak ada lagi Artidjo Alkostar.

Kaligis menyebut jika Artidjo dalam menangani perkara tidak melihat fakta hukum di persidangan. Artidjo diketahui telah purnatugas per Mei 2018 lalu. Saat masih bertugas sebagai Hakim Agung MA sekaligus Ketua Kamar Pidana MA, Artidjo diketahui kerap memberikan vonis berat pada pelaku korupsi.

“Begini, kan sekarang sudah enggak ada Artidjo. Kan tidak pernah mau melihat fakta hukum dan artinya mengenai UU yang berlaku, dia enggak pernah,” ungkap OC Kaligis, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/3/2019).

Dikatakan Kaligis, perkara yang ditangani Artidjo di MA tidak beres. Menurut Kaligis, hal itu yang membuat banyak koruptor yang hukumannya turun saat mengajukan PK setelah Artidjo pensiun.

“Pak Artidjo putusanya amburadul nih. Jadi sekarang banyak PK yang turun setelah (pensiunnya Artidjo),” ungkap dia.

Diketahui, di tingkat pertama Kaligis dijatuhi hukuman 5,5 tahun penjara yang kemudian diperberat menjadi 7 tahun penjara di tingkat banding. Pada tingkat kasasi, hukuman Kaligis diperberat menjadi 10 tahun pidana penjara. Nah pada Putusan PK, hukuman Kaligis berkurang menjadi 7 tahun.

“Karena putusan MK itu bisa PK lebih dari sekali. MA sendiri bilang bisa PK lebih dari sekali, dua kali maksimum,” tutur Kaligis.

Kaligis merasa hukuman 7 tahun masih terlalu berat. Sebab itu, Kaligis berharap hukumannya dengan PK kedua ini dapat kembali berkurang.

Kaligis ingin hukumannya sama dengan anak buahnya, Yagari Bhastara alias Gary yang dihukum 2 tahun penjara atas perkara yang sama. Dia beralasan, Gary merupakan pelaku utama dalam perkara suap kepada majelis hakim PTUN Medan yaitu Tripeni, Amir Fauzi, dan Dermawan Ginting.

“Hukuman saya mestinya paling kurang sama dengan Gary, karena dia berperan. Kenyatanyya saya dihukum 10 tahun, Gary cuma 2 tahun. Disparitasnya yang besar adalah gambaran ketidakadilan terhadap diri saya, karena itu diturunkan 10 jadi 7 tahun. Tapi 2 tahun ke 7 tahun masih besar sekali, Gary sudah keluar, saya belum,” tandas ayah Velove Vexia itu.

(Rangga Tranggana)