Kekayaan Budaya dan Adat di Sumut Bagaikan Miniatur Indonesia

http://daulat.co/wp-content/uploads/2019/03/Jokowi-31.jpg

daulat.co – Presiden Jokowi menilai bahwa Provinsi Sumatra Utara (Sumut) adalah miniaturnya Indonesia yang di sini ditunjukkan betapa keindahan budaya, keindahan adat, keindahan tradisi itu ada. Disampaikan Jokowi saat menghadiri acara Pagelaran Budaya Lintas Etnis Provinsi Sumatra Utara, di Stadion Teladan, Medan, Sumut, Sabtu (16/3).

“Di sini ada suku Batak Karo, ada suku Batak Mandailing, ada suku Batak Pakpak, ada suku Batak Simalungun, ada suku Batak Toba, ada suku Melayu, ada suku Nias, ada etnis Tionghoa, ada etnis India. Dan agama yang ada di sini juga berbeda-beda, ada agama Islam, agama Kristen, agama Katolik, agama Hindu, Konghucu, ada semuanya, agama Buddha,” kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan bahwa di negara kita tercinta ini ada 714 suku, 714 suku, ada 1.100 lebih bahasa daerah/bahasa lokal, kalau di sini tadi ada horas, horas. Di sini juga ada, lanjut Presiden, suku Jawa, kulo nuwun, nanti di Sunda ada lagi sampurasun. Tetapi jelas bahwa di Sumatra Utara itu horas, mejuah-juah, ya’ahowu, jua-juah, betul-betul semuanya mengetahui.

Menurut Jokowi, di Sumatra Utara ini tidak ada yang namanya perpecahan, tidak ada yang namanya pertikaian, enggak ada. Oleh sebab itu, ia mengingatkan jangan sampai karena urusan pilihan bupati, karena urusan pilihan wali kota, karena urusan pilihan gubernur, karena urusan pilihan presiden, semua ini merasa tidak sebagai saudara sebangsa dan setanah air.

“Akan rugi besar bangsa ini, akan rugi besar kita semuanya. Hati-hati saat pemilihan umum banyak yang menimbulkan perpecahan, padahal kita ini sesama saudara di tanah air,” ujar Jokowi.

Yang namanya pesta demokrasi itu, lanjut Jokowi, ada setiap lima tahun, pilihan bupati ada setiap lima tahun, pilihan wali kota ada setiap lima tahun, pilihan gubernur ada setiap lima tahun, pilihan presiden ada terus setiap lima tahun.

Karena itu, Kepala kemabli mengingatkan, jangan korbankan nilai-nilai persatuan, jangan korbankan nilai-nilai persaudaraan, jangan korbankan nilai-nilai kerukunan dan persaudaraan kita di tanah air tercinta ini.

“Marilah kita bersama-sama, bersama-sama menjaga persaudaraan kita, merawat persatuan kita, merawat kerukunan kita. Budaya inilah yang mempersatukan kita, budaya kita menjadikan kita bersatu,” pesan Jokowi.

Dalam kesempatan ini, Kepala Negara mengajak semua yang hadir pada acara tersebut untuk menyadari betul betapa negara ini adalah negara besar, Indonesia adalah negara besar. Ia menambahkan bahwa penduduk Indonesia sekarang ini sudah 269 juta, 269 juta yang tersebar di 17.000 pulau, 514 kabupaten dan kota, di 34 provinsi.

“Oleh sebab itu, ingin saya mengingatkan jangan sampai, jangan sampai karena urusan pilihan presiden kita ini menjadi tidak seperti saudara lagi, rugi besar, sekali lagi ingin saya sampaikan,” tutur Jokowi.

 

(M Nurrohman)