KEK Tanjung Kelayang Akan Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

http://daulat.co/wp-content/uploads/2019/03/Jokowi-25.jpg

daulat.co – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa sampai saat ini sudah 12 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang ditetapkan, 8 diantaranya bertema manufaktur, dan 4 diantaranya bertema kepariwisataan.  Adapun yang sudah resmi beroperasi ada 6 KEK, yaitu KEK Sei Mangkei, KEK Tanjung Lesung, KEK Palu, KEK Mandalika, KEK Galang Batang, dan KEK Arun Lhokseumawe.

”KEK Tanjung Kelayang, bersama dengan KEK Bitung, Morotai, dan Maloy Batuta Trans Kalimantan Insyaallah sudah dapat diresmikan pengoperasiannya,“ kata Darmin saat mendampingi Presiden Jokowi meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, di Pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung (Babel), Kamis (14/3).

Darmin menjelaskan bahwa KEK Tanjung Kelayang dibangun di areal seluas 324 hektar dengan target investasi sebesar Rp 10,3 Triliun, KEK ini pun diproyeksikan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 23.645 orang.

Menurut Darmin, KEK ini dikembangkan sebagai instrumen transformasi ekonomi masyarakat Bangka Belitung, dari sebelumnya pertambangan timah, menjadi kepariwisataan. Provinsi yang dulunya bergabung dengan Sumatera Selatan inipun bersiap diri menjadi destinasi wisata kelas dunia.

”Lokasi KEK Tanjung Kelayang sangat strategis karena terletak di Pulau Belitung, yang secara geografis berada di antara Jakarta dan Singapura, yang diincar sebagai target captive market,” ujar Darmin.

Hingga saat ini, kata Darmin, KEK Tanjung Kelayang sudah berhasil menarik investasi dengan menghadirkan jaringan hotel internasional seperti Starwood Asia Pacific dan Accor Asia Pacific.

Menko Darmin pun berpesan agar KEK Tanjung Kelayang dapat terwujud sesuai harapan, serta memberikan manfaat maksimal dan berkelanjutan, termasuk meningkatkan devisa dari sektor kepariwisataan.

Untuk diketahui, peresmian KEK ini dilaksanakan bersamaan dengan Peresmian Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang yang telah selesai dibangun dan digunakan sejak 2017. Saat ini sudah dibangun gedung terminal pada sayap kanan yang dapat menampung 3 (tiga) juta penumpang. Kedepannya, sayap kiri juga bakal dikembangkan, sehingga nantinya Bandara kebanggaan warga Pulau Bangka ini akan dapat menampung hingga 5 juta penumpang.

 

(M Nurrohman)