2 March 2021, 02:37

Kata Junimart, Vaksin Covid-19 Gratis Bukti Komitmen Jokowi Jamin Keselamatan Rakyat

Presiden Jokowi – dok Setkab

daulat.co – Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggratiskan vaksin Covid-19 untuk masyarakat harus dibarengi dengan dukungan pembiayaan/anggaran. Untuk itu perlu dihitung ulang pos anggaran dalam memenuhi kebutuhan tersebut.

Anggota Komisi III DPR RI, Junimart Girsang, mengungkapkan, vaksin gratis merupakan tanggungjawab negara demi keselamatan rakyat dari bahaya Covid-19. Keputusan menjadi kabar baik bagi seluruh lapisan masyarakat, yakni menumbuhkan optimisme bagi kita semua agar segera bangkit dari situasi sulit saat ini.

Dengan menggratiskan vaksin, kata Junimart kepada wartawan, Kamis 17 Desember 2020, Presiden Jokowi membuktikan komitmennya selalu di depan dalam mengupayakan kebangkitan dari efek pandemi.

Apalagi, vaksinasi gratis memang harus jadi prioritas pemerintah untuk menjamin keselamatan rakyatnya. Selain itu, dampak dari pandemi Covid-19 dari hari ke hari semakin memberatkan beban masyarakat.

Menurutnya, pembiayaan vaksinasi Covid-19 yang digratiskan sangat besar. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan vaksin sebesar Rp18 triliun di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021.

Pembiayaan lain adalah untuk program vaksinasi sebesar Rp3,7 triliun, serta untuk pengadaan sarana dan prasarana penunjang sebesar Rp1,3 triliun. Pemerintah, lanjutnya, juga masih memiliki ruang tambahan dana sebesar Rp10 triliun, sehingga total biaya vaksinasi Covid-19 bisa mencapai Rp33 triliun.

“Kami di Dewan Perwakilan Rakyat sebagai partai pengusung, pendukung pemerintah siap terus mendukung upaya-upaya pemerintah dalam mencari solusi keluar dari pandemi Covid-19,” ucapnya.

Disampaikan, sepanjang tahun 2020, DPR RI telah melaksanakan pembahasan revisi APBN Pemerintah Pusat sebanyak dua kali. Yakni belanja untuk Covid-19 mencapai Rp358 triliun dan transfer khusus tambahan belanja untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp5 triliun.

Mengingat besarnya anggaran Covid-19 tersebut, Junimart menilai sudah seharusnya, menjadi kewajiban semua elemen bangsa untuk aktif mengawasi dan memonitor penggunaannya.

“Jangan kendor, apalagi teledor,” demikian Junimart.

(Sumitro)

Read Previous

Penguatan Ekonomi Ummat, LazisMu Jateng Gandeng Bank Muammalat

Read Next

Tingkatkan Kualitas Data ASN, BKN Launching Sistem Informasi ASN Terintegrasi Pusat – Daerah