Kartel Narkoba Bakar Satu Keluarga, Erma Suryani: Biadab!

Anggota Komisi III DPR RI Erma Suryani Ranik (dok DPR)
Anggota Komisi III DPR RI Erma Suryani Ranik (dok DPR)

daulat.co – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Erma Suryani Ranik mendesak Kepolisian RI menangkap dan menghukum seberat-beratnya pelaku pembakaran satu keluarga oleh kartel narkoba di Makassar, Sulawesi Selatan beberapa hari lalu.

“Saya mendesak Polri untuk menangkap dan menghukum seberat-beratnya seluruh pelaku pembakaran satu keluarga. Ini betul-betul sebuah perbuatan yang biadab,” tegas dia dalam keterangannya, Selasa 14 Agustus 2018.

Khusus bagi otak pelaku pembakaran yang kini sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Erma meminta agar diberikan pemberatan hukuman yang maksimal. Bahkan jika perlu harus dituntut hukuman mati.

“Apa salahnya keluarga korban? Beberapa anggota keluarga tersebut yang tidak berdosa, tidak mengerti apa-apa ikut jadi korban,” ucapnya.

Menurutnya, perbuatan tersebut jika dibiarkan bisa seperti kartel narkoba di Meksiko atau Elsavador. Dimana bandar narkoba menguasai jalanan dan dengan mudahnya dari balik jeruji besi memerintahkan pembunuhan.

“Ini harus diutus tuntas,” kata Erma.

Diketahui, beberapa hari lalu satu keluarga tewas dibakar di rumahnya di Makassar oleh jaringan kartel narkoba. Dimana otak pelakunya diduga berada di dalam penjara, Daeng Ampuh. Daeng Ampuh sendiri ditahan di Lapas Makassar untuk kasus pembunuhan/penganiayaan yang menyebabkan kematian.

Meski badannya di dalam penjara, tapi pengaruhnya tetap mencengkeram anak buahnya. Ia terus menjalankan bisnis narkoba, diduga termasuk kepada Fahri, salah satu anggota keluarga korban pembakaran.

(M Abdurrahman)